Legislator: Anggaran Perpustakaan Investasi Jangka Panjang untuk RI
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad menyebut usulan tambahan anggaran untuk sektor perpustakaan merupakan investasi jangka panjang.
Hal itu menjadi upaya melahirkan generasi penerus berdaya saing global dan berintegritas.
>>> Kemenhut Pertajam Konsep Multiusaha Kehutanan Lewat Revisi Regulasi P.8
Habib Syarief di Jakarta, Jumat, menyatakan dukungan penuh terkait usulan tambahan anggaran yang diajukan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Menurutnya, pemerintah harus memberikan perhatian khusus terhadap penguatan dan pengembangan literasi.
Sebelumnya, Perpusnas memperbaiki usulan tambahan anggaran Pagu Indikatif ke Kementerian PPN dan Kementerian Keuangan.
Semula Rp204,04 miliar menjadi Rp357,77 miliar untuk penguatan layanan, transformasi digital, dan ekosistem literasi.
Usulan penambahan anggaran ini ditujukan terutama untuk memperluas akses membaca bagi masyarakat di daerah pinggiran dan kelompok rentan.
Total anggaran yang dibutuhkan Perpusnas pada 2026 sebesar Rp725,50 miliar.
Dia menilai kebijakan fiskal untuk pengembangan institusi perpustakaan, penambahan kuantitas dan kualitas koleksi buku, serta peningkatan kapasitas pustakawan tidak boleh direduksi sekadar sebagai beban pengeluaran negara.
>>> TII: Pergantian Pucuk BGN Peluang Pembenahan MBG Secara Menyeluruh
"Oleh karena itu, sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk memberikan perhatian penuh terhadap postur anggaran Perpusnas," katanya.
Menurut dia, sangat disayangkan jika program esensial yang menyentuh denyut nadi kecerdasan masyarakat terhambat akibat rasionalisasi anggaran. Contohnya pemerataan distribusi buku ke pelosok daerah atau pelatihan literasi.
Legislator asal Dapil Jawa Barat I itu mengatakan semua pihak harus memiliki kesadaran kolektif. Memangkas anggaran perpustakaan sama halnya dengan memadamkan cahaya masa depan bangsa.
Dia menyoroti isu ketimpangan informasi yang masih dihadapi Indonesia. Buku berkualitas dan fasilitas literasi modern sering berpusat di kota metropolitan, khususnya di Pulau Jawa.
"Sementara anak-anak bangsa di daerah 3T masih bergulat dengan kelangkaan bahan bacaan. Sentralisasi pengetahuan ini merupakan ketidakadilan sosial yang mencederai amanat konstitusi," tegasnya.
Oleh karena itu, semua pihak perlu memastikan Indonesia terus bertumbuh tidak hanya dengan jembatan beton yang kokoh.
>>> iQOO Z11i Mulai Diperkenalkan, Bocoran Spesifikasi Bermunculan
Tetapi juga dengan jembatan ilmu pengetahuan yang menghubungkan setiap anak bangsa dengan cita-cita luhurnya.
Update Terbaru
Baca Nano Machine Chapter 318 Sub Indo English Raw Bahasa Indonesia, Yang Terbaik!
Rabu / 01-07-2026, 23:05 WIB
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






