DPR Desak Kemenpar Tambah Anggaran Desa Wisata
Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia mendesak Kementerian Pariwisata untuk menambah alokasi anggaran pengembangan desa wisata. Desakan ini disampaikan dalam rapat kerja pada Kamis, 18 Juni 2026.
Rico menilai keterbatasan ruang fiskal pemerintah desa menjadi alasan utama. Dana desa saat ini banyak terserap untuk program lain seperti koperasi desa.
>>> IHSG Melemah ke Level 6.172 Jelang Pengumuman Indeks Global
"Kan selalu saya sampaikan di sini bahwa desa wisata itu sudah harga mati, Bu. Tapi Ibu juga enggak menganggarkan di sini.
Sangat kecil sekali desa wisata itu," kata Rico.
Ia mencontohkan keberhasilan Desa Ponggok di daerah pemilihannya.
Desa tersebut mampu mencatatkan pendapatan sekitar Rp12,5 miliar per tahun setelah mendapat dukungan dan berkembang dari wilayah miskin.
Kondisi fiskal desa rata-rata hanya menyisakan sekitar Rp300 juta per tahun untuk pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan stimulus tambahan dari pemerintah pusat.
Rico mengusulkan alokasi sekitar Rp500 miliar.
Dengan dana tersebut, setiap anggota Komisi VII yang berjumlah 50 orang dapat mengusulkan pengembangan minimal 10 desa wisata di daerah masing-masing.
"Itu bisa menstimulus luar biasa, Bu. Pergerakan devisa yang masuk ke desa itu luar biasa.
>>> Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Ini Fitur dan Harganya
Itu kan cuma setengah hari MBG, Rp500 miliar itu," ujar Rico.
Respons Kemenpar dan Capaian Desa Wisata
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana merespons usulan tersebut. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas desa wisata terus berjalan, khususnya pada kategori mandiri.
Data kementerian menunjukkan jumlah desa wisata kategori maju melonjak dari 319 desa pada 2025 menjadi 329 desa pada 2026.
Sementara kategori berkembang naik dari 997 menjadi 1.016 desa.
Pertumbuhan ini juga diperkuat oleh performa 50 desa penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa-desa tersebut terus mencatatkan kenaikan kunjungan wisatawan.
Wisatawan yang mengunjungi desa-desa ADWI melonjak 14,93 persen pada 2024 dan tumbuh 44,81 persen pada 2025.
Total pergerakan mencapai lebih dari 2,3 juta perjalanan.
Sektor keuangan di 50 desa ADWI juga ikut terkerek.
>>> Triputra Agro Persada Luncurkan Program SEHATI untuk Tingkatkan Gizi Siswa di Berau
Pendapatan meningkat dari Rp38,48 miliar pada 2023 menjadi Rp46,5 miliar pada 2024, kemudian tumbuh lagi sebesar 29,41 persen pada 2025.
Update Terbaru
Ancelotti Enggan Beri Instruksi Khusus ke Pemain Brasil soal Haaland
Minggu / 05-07-2026, 11:47 WIB
Minions and Monsters Raih Skor Tertinggi dalam Sejarah Illumination
Minggu / 05-07-2026, 11:47 WIB
Mets Hadapi Braves di Laga Hari Kemerdekaan 4 Juli
Minggu / 05-07-2026, 11:43 WIB
Tennessee Titans Jual Memorabilia Stadion Nissan Secara Online
Minggu / 05-07-2026, 11:42 WIB
Yordan Alvarez Pukul Dua Home Run, Astros Menang Dramatis
Minggu / 05-07-2026, 11:42 WIB
FIFA Pertahankan Jadwal Piala Dunia Setelah Debat Cuaca
Minggu / 05-07-2026, 11:42 WIB
Jaringan TV Nasional Siarkan Langsung Kembang Api Hari Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 11:42 WIB
7 Waktu Terbaik Minum Air Kelapa agar Manfaatnya Maksimal
Minggu / 05-07-2026, 11:38 WIB
10 Ciri-Ciri Parfum Asli yang Wajib Diketahui Sebelum Beli
Minggu / 05-07-2026, 11:37 WIB
Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke di Museum Bahari
Minggu / 05-07-2026, 11:37 WIB
5 Sepatu Lari Reebok Diskon di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
Minggu / 05-07-2026, 11:35 WIB
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Lewat Iron Pipe 2026 di Bandung
Minggu / 05-07-2026, 11:35 WIB
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni Terkait Amplop Bupati Kuansing
Minggu / 05-07-2026, 11:35 WIB
Hampir 185 Ribu Turis Asing Naik Kereta Cepat Whoosh di Indonesia
Minggu / 05-07-2026, 11:35 WIB







