Minim Doktor, Kemdiktisaintek Buka Jalur Afirmasi bagi Dosen di NTT
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka jalur afirmasi khusus bagi dosen di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah ini untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik tenaga pengajar di provinsi tersebut.
>>> Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa di Tengah Gurun
Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani menyatakan kementerian menyiapkan berbagai skema beasiswa dan pendampingan.
Program ini ditujukan bagi dosen di daerah afirmasi dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Melalui program talent scouting dan pra-doktoral, para dosen akan dibantu mencari mentor dan menyusun rencana riset," kata Sri Suning dalam sosialisasi Program Beasiswa Dosen dan Tenaga Kependidikan Wilayah NTT.
Ia menambahkan bahwa program ini memberikan kesiapan lebih baik untuk studi doktoral di perguruan tinggi terbaik.
Data menunjukkan dari sekitar 3.000 dosen aktif di NTT, baru sekitar 1.000 orang atau sepertiga yang memiliki kualifikasi doktor (S-3).
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Program Non-Gelar dan Skema Hibrid
Kemdiktisaintek menghadirkan sejumlah program non-gelar untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM perguruan tinggi.
>>> FIFA Undang YouTuber Korban Rasisme di Piala Dunia 2026
Program tersebut meliputi pra-doktoral daerah afirmasi, talent scouting, bridging program, dan Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI).
Pelaksanaan program dilakukan melalui skema pembelajaran hibrid.
Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan reputasi riset kuat, seperti UGM, ITB, dan ITS, terlibat dalam program ini.
Menurut Sri Suning, format hibrid dipilih agar dosen tetap dapat menjalankan tugas akademik di perguruan tinggi asal. Hak-hak seperti sertifikasi dosen dan tunjangan profesi tetap melekat.
"Kami ingin memastikan dosen tetap bisa menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sambil mempersiapkan diri untuk studi lanjut," ujarnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV NTT Adrianus Amheka menilai rendahnya proporsi dosen bergelar doktor menjadi tantangan besar.
"Fakta bahwa baru sepertiga dosen di NTT yang berkualifikasi doktor merupakan kondisi yang harus segera direspons bersama," katanya.
>>> Mako Bakery Promo Dry Cake Mulai Rp 41.000 pada 9-14 Mei 2026
Ia menambahkan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor akan berdampak pada penguatan kualitas pembelajaran, kapasitas penelitian, dan peluang hibah riset nasional yang lebih besar.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






