AI Pangkas Waktu Pengembangan Aplikasi Jadi Tiga Bulan
Proses pengembangan aplikasi kini terpangkas signifikan berkat efisiensi teknologi kecerdasan buatan (AI). Durasi produksi berkurang dari enam bulan menjadi hanya satu hingga tiga bulan.
Pengurangan hingga 97 persen tersebut disampaikan dalam acara TikTok Apps Summit 2026 di Singapura pada Kamis (18/6).
>>> Donald Trump Serukan Perdamaian di Timur Tengah untuk Jaga Stabilitas Regional
Kemudahan ini meluncurkan lebih dari satu juta aplikasi baru sepanjang tahun lalu, atau melonjak sekitar 37 persen dibanding periode sebelumnya.
Persaingan Semakin Ketat
Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee, menjelaskan bahwa AI telah mengikis kendala teknis bagi para kreator.
Proses dari ide hingga eksekusi berjalan lebih cepat.
"Kita melihat AI telah menurunkan hambatan masuk. Menjadi lebih mudah bagi siapa pun untuk membuat aplikasi.
Anda tidak lagi membutuhkan pengetahuan coding atau keahlian yang sangat mendalam," ujar Ng Chew Wee.
Ia menambahkan bahwa lonjakan kuantitas di pasar justru menyulitkan pengembang untuk mempertahankan loyalitas konsumen. Membanjirnya pilihan aplikasi serupa membuat persaingan semakin ketat.
"AI telah menurunkan hambatan masuk, tetapi pada saat yang sama juga meningkatkan standar.
>>> Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Anjlok Jadi Rp2.673.000 per Gram
Dengan semakin banyak aplikasi yang tersedia, menjadi lebih sulit untuk mempertahankan perhatian dan loyalitas pengguna," kata Ng Chew Wee.
Fenomena kehilangan pengguna atau churn rate terlihat dari fakta bahwa rata-rata masyarakat global mengunduh sekitar 80 aplikasi di ponsel.
Namun, kurang dari 10 aplikasi yang aktif digunakan.
Ng Chew Wee mengaku mengalami kondisi serupa. "Saya menghitung sendiri tadi malam.
Saya memiliki 208 aplikasi di ponsel saya dan hanya menggunakan 12 di antaranya. Itu hanya sekitar 6 persen," ujarnya.
Data internal menunjukkan tantangan krusial setelah instalasi. Separuh dari total aplikasi yang diunduh akan dihapus dalam waktu 30 hari pertama.
Situasi paling berat melanda sektor game, dengan persentase pengguna berhenti bermain mencapai 80 hingga 90 persen dalam kurun satu hari saja.
>>> Chery Perkenalkan Robot Humanoid AiMOGA Mornine ke Indonesia
"Kini lebih mudah meluncurkan aplikasi, tetapi jauh lebih sulit mempertahankan perhatian pengguna," pungkas Ng Chew Wee.
Update Terbaru
Danny Glover Umumkan Diagnosis Alzheimer Jelang Usia 80 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 20:35 WIB
Genesis Siap Luncurkan GV90 Electric SUV pada 9 September 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:35 WIB
Intip Gaya Sporty-Feminin Sheryl Shinafia saat Tanding di Hyrox Pertamanya
Rabu / 01-07-2026, 20:35 WIB
Influencer Daerah Jadi Target Baru Spam Judi Online, Komdigi Ungkap Datanya
Rabu / 01-07-2026, 20:35 WIB
Penutupan Jalan Canada Day Ganggu Lalu Lintas Toronto di Sekitar Queen's Park
Rabu / 01-07-2026, 20:30 WIB
India Hadapi Inggris di Laga Pembuka Tur White-Ball di Chester-le-Street
Rabu / 01-07-2026, 20:30 WIB
Manchester United Rekrut Bek Spanyol Andrea Medina
Rabu / 01-07-2026, 20:30 WIB
Jamir Nazir Raih Commonwealth Prize Meski Dituduh Pakai AI
Rabu / 01-07-2026, 20:29 WIB
Crate Angel Devil PUBG Mobile Rilis 1 Juli 2026, Hadirkan Skin Mythic
Rabu / 01-07-2026, 20:28 WIB
Anggaran Transformasi Teknologi BSI Tembus Rp7 Triliun, Bisnis Digital Siap Melaju
Rabu / 01-07-2026, 20:28 WIB
5 Perubahan Sederhana yang Memperbaiki Masalah Lag Android Auto
Rabu / 01-07-2026, 20:28 WIB
Terkunci dari Ponsel? Dr.Fone Kini Dukung Lebih Banyak Perangkat
Rabu / 01-07-2026, 20:28 WIB
Gerakan Tanam Pohon: Langkah Nyata Pulihkan Alam dan Kurangi Emisi Karbon
Rabu / 01-07-2026, 20:28 WIB
Aksi Damai Dukung MBG, Gubernur Kalteng Tampung Aspirasi Warga
Rabu / 01-07-2026, 20:25 WIB






