Pelaku promosi judi online terus beradaptasi dengan pola konsumsi media sosial masyarakat. Jika sebelumnya akun pemerintah menjadi sasaran utama, kini target bergeser ke influencer dan kreator konten daerah.

Temuan ini diungkap Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah menganalisis pola penyebaran spam promosi judi online di berbagai platform.

>>> Penutupan Jalan Canada Day Ganggu Lalu Lintas Toronto di Sekitar Queen's Park

52 Persen Spam Judi Online Targetkan Kreator Daerah

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan sekitar 52 persen target spam judi online saat ini mengarah ke akun-akun kreator daerah.

“Sekitar 52 persen target spam judi online mengarah pada akun-akun influencer daerah karena audiensnya dinilai memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, keterlibatan yang kuat dengan kreator, serta moderasi komentar yang relatif lebih rendah,” jelasnya pada Selasa (30/6).

Akun kreator daerah dinilai memiliki komunitas pengikut yang lebih loyal dan aktif berinteraksi.

Pengelolaan kolom komentar pada akun tersebut umumnya tidak seketat akun instansi pemerintah atau figur publik nasional, sehingga komentar spam berpotensi bertahan lebih lama.

Platform Sasaran dan Modus Operasi

Alexander menambahkan, operasi spam judi online kini tidak terbatas pada satu platform.

Instagram dan TikTok menjadi dua platform yang paling banyak menjadi sasaran, sejalan dengan tingginya jumlah kreator konten daerah yang aktif di sana.

Sementara itu, Threads belum menjadi target utama karena basis penggunanya masih relatif kecil. Komdigi mencatat aktivitas serupa juga teridentifikasi di Facebook, X, dan YouTube.

>>> India Hadapi Inggris di Laga Pembuka Tur White-Ball di Chester-le-Street

Sebelumnya, Komdigi mengidentifikasi pola penyebaran komentar promosi judi online yang memanfaatkan akun tidak autentik dan bot.