GM Tambah 50 Robot di Pabrik Usai PHK Lebih dari 1.000 Pekerja
General Motors (GM) mulai memasang puluhan robot kolaboratif di pabrik perakitan mereka, hanya beberapa minggu setelah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 pekerja.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya penggunaan otomatisasi dan kecerdasan buatan di industri otomotif untuk menekan biaya tenaga kerja, demikian dilansir Carscoops pada Kamis (18/6).
>>> Saham BBCA Anjlok 3,19% ke Rp 6.075, Analis Tetap Rekomendasikan Buy
Presiden United Auto Workers (UAW) Local 22, James Cotton, mengungkapkan bahwa GM telah menambahkan sekitar 50 robot kolaboratif atau cobot buatan Fanuc di pabrik Factory Zero.
Robot-robot tersebut bekerja langsung berdampingan dengan manusia dan bertugas memasang berbagai komponen kendaraan di sepanjang jalur produksi.
Cotton menilai kehadiran robot itu mengambil alih pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh anggota serikat. Ia mengklaim para pekerja merasa "muak" dengan semakin banyaknya robot di pabrik.
"Selalu menjadi kekhawatiran ketika melihat robot masuk ke sebuah pabrik, terutama setelah mereka mem-PHK lebih dari seribu orang," kata Cotton.
Ia menambahkan bahwa serikat pekerja telah mengajukan keberatan resmi terhadap GM terkait penerapan robot tersebut, serta menyampaikan kekhawatiran mengenai keselamatan kerja.
GM Bantah Robot Menggantikan Pekerja
Juru bicara GM, Kevin Kelly, mengatakan robot-robot itu dipasang sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan teknologi yang lebih canggih ke dalam operasional.
GM menyatakan bahwa robot membantu meningkatkan keselamatan kerja dan ergonomi, serta menjaga operasional tetap fleksibel dan kompetitif.
>>> MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Hindari Penurunan Status
Produsen mobil itu mengonfirmasi bahwa puluhan unit robot baru telah ditambahkan ke pabrik Factory Zero sebagai bagian dari strategi otomatisasi yang lebih luas.
Update Terbaru
100 Daftar Nama Roblox Keren untuk Cowok, Lengkap dengan Tips Memilih
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB
Adaptive Attack MLBB: Pengertian dan Cara Kerja Sistem Serangan Adaptif
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB
Sosok Istri Baru Vanness Wu Terungkap, Benarkah Penyanyi Jepang?
Rabu / 01-07-2026, 16:29 WIB
Aniplus Asia Tayangkan Simulcast Anime Flaming Dodgeball Girl Danko
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp200 Miliar Akibat Anjing Serang Pembantu
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Madras Community Food Pantry Kumpulkan $9.000 untuk Operasional
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
37 Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Borno, Nigeria
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Netflix Tambah Film Laris dan Olahraga Langsung ke Katalog Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Cara Cek Hasil Kelulusan UMPTKIN 2026 dan Langkah Setelah Lolos
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
5 Game Seru Penghasil Saldo DANA Asli, Cara Mudah Cuan 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB






