BNPT: Ancaman Radikalisme di Kepri Menurun dalam Dua Tahun Terakhir
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menyatakan bahwa ancaman radikalisme di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Hal ini berdasarkan hasil survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 yang menunjukkan angka 13,1, relatif stabil dibandingkan tahun 2024 dan menurun dari 13,7 pada tahun 2023.
>>> 4 Laga dengan Skor Besar di Matchday I Piala Dunia 2026
Subkoordinator Penelitian dan Evaluasi BNPT Teuku Fauzansyah mengatakan hasil IPR ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program pencegahan yang adaptif dan berbasis bukti.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Internalisasi Hasil Survei IPR 2025 melalui rangkaian Kajian Senin Kamis (KSK) 2026 yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri di Tanjungpinang, Kamis.
Teuku Fauzansyah menjelaskan bahwa survei IPR merupakan instrumen strategis untuk memahami tingkat kerentanan masyarakat terhadap paham radikal.
Survei ini menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program pencegahan yang lebih tepat sasaran.
>>> PLN Terapkan Pembatasan Beban Listrik di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik
Ia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal.
Peneliti FKPT Kepri Muhamaad Zaenuddin menambahkan bahwa penelitian IPR 2025 dilakukan terhadap 350 responden di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka langsung.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Dua Kali pada Juni 2026 ke 5,75 Persen
Selain memetakan potensi radikalisme, penelitian ini juga mengukur tingkat pengenalan masyarakat terhadap BNPT dan FKPT serta perilaku masyarakat dalam mengakses konten keagamaan di ruang digital.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






