APINDO Dorong Pemerintah Ciptakan Ekosistem Kerja Ideal dan Berkelanjutan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendorong pemerintah untuk menciptakan ekosistem perlindungan kerja yang ideal dan berkelanjutan. Fokus utama adalah ketersediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan perlindungan kerja yang ideal hanya bisa terwujud dengan lapangan kerja yang luas.
>>> FFI 2026 Luncurkan Nomination Week, Putar Ulang Film Nominasi untuk Publik
Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Data Badan Pusat Statistik Februari 2026 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia sebesar 4,68 persen atau setara 7,24 juta orang.
Presiden Prabowo menargetkan penciptaan 19 juta lapangan kerja baru dalam jangka menengah lima tahun.
“Tanpa ekosistem yang mampu menyerap tenaga kerja, regulasi perlindungan yang terlalu ketat justru berisiko mematikan industri yang sedang tumbuh,” kata Darwoto.
Menyikapi hasil Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114, Darwoto menekankan perlunya kajian komprehensif jika pemerintah ingin menetapkan standar perburuhan internasional baru.
Konvensi tersebut memberikan fleksibilitas luas bagi negara anggota dalam menetapkan status hubungan hukum tenaga kerja platform.
Menurut Darwoto, kajian itu termasuk regulatory impact assessment (RIA) agar menghasilkan pengaturan yang tepat dan proporsional.
>>> Pemerintah Hapus Bea Balik Nama Kendaraan Bekas, Ini Biaya yang Masih Harus Dibayar
Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari ekosistem digital sebagai pilar pemulihan ekonomi nasional.
Konvensi tidak mengharuskan hubungan hukum tenaga kerja platform menjadi hubungan kerja (employed). Bisa juga sebagai wirausaha mandiri (self-employed) dengan tetap mengakui hak dan kewajiban proporsional sesuai status hukum.
Pemilihan kategori kedudukan hukum harus dipertimbangkan matang dan disesuaikan dengan konteks, karakteristik unik, serta kebutuhan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.
Dampaknya signifikan terhadap ketersediaan kesempatan kerja dan akses pelayanan bagi masyarakat.
APINDO mendorong pemerintah merumuskan kebijakan progresif yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya (open door policy).
Kebijakan ini harus diimplementasikan melalui keberpihakan pada pertumbuhan ekonomi, kemudahan birokrasi investasi, dan ruang aman bagi inovasi teknologi.
>>> FIF Siapkan Dana Rp545,92 Miliar untuk Lunasi Dua Obligasi Juli 2026
“Ekosistem usaha yang sehat dan kondusif akan menjadi motor penggerak utama dalam menyediakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia, demi mewujudkan ketahanan ekonomi nasional yang tangguh,” pungkas Darwoto.
Update Terbaru
Hyundai Ioniq 3 Siap Hadir di GIIAS 2026, Panaskan Segmen EV Ringkas
Jumat / 03-07-2026, 13:01 WIB
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






