Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun Lagi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dapat turun kembali di Indonesia pada masa mendatang.
Kepastian tersebut bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah global yang menjadi acuan utama penyesuaian nilai jual komoditas tersebut.
>>> Badai PHK Mulai Mengancam Pekerja Kerah Putih Berpangkat Tinggi
Kebijakan penyesuaian ini menyusul lonjakan signifikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 yang telah diberlakukan pada pertengahan Juni lalu.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa pergerakan nilai jual komoditas nonsubsidi bersifat dua arah mengikuti pasar internasional.
"Nah apakah bisa turun? Pasti.
Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun," kata Anggia dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Kamis (18/6).
Menurut dia, dinamika penyesuaian harga keekonomian ini merupakan hal lumrah yang juga diadopsi oleh para pelaku usaha di berbagai negara lain.
"Seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian.
>>> Apple Naikkan Harga Produk Akibat Kelangkaan Chip Memori Global
Seperti itu.
Jadi kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," tuturnya.
Di sisi lain, pergeseran nilai jual dipastikan tidak menyentuh sektor bahan bakar yang mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Langkah proteksi tetap diterapkan bagi komoditas bernilai rendah demi meminimalkan dampak gejolak geopolitik terhadap masyarakat kelas bawah.
"Inilah kebijakan Presiden untuk menjaga BBM subsidi tidak naik harganya, sesulit apapun kondisi geopolitik di luar sana, ini yang tetap dijaga," kata dia.
>>> Google Luncurkan Home Speaker dengan AI Gemini, Gantikan Google Assistant
Berdasarkan data terkini, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Update Terbaru
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.954 per USD Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Isu Messi Pensiun, De Paul: Argentina Belum Siap Kehilangan
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Purbaya: Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis, Ekonomi Terus Membaik
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Pemerintah Siapkan 'Surga Investor' Baru di Indonesia, RUU Pusat Keuangan Internasional Resmi Masuk DPR
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Gen Z Tinggalkan Hubungan Nonchalant, Kini Beralih ke Tren Chalant
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Taylor Swift Gelar Makan Malam Gladi Resik, Tamu Selebriti Berdatangan
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Cara Cek Daftar Nominal Bantuan PKH Terbaru dan Jadwal Pencairan 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:07 WIB
PLTS dan BESS: Solusi Efektif Kurangi Beban Listrik Kota pada 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:06 WIB
Setelah Indonesia, TikTok PHK 300 Karyawan di Eropa
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Tougen Anki: Nikko Kegon Falls Arc Umumkan Pengisi Suara Brigade Oni
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
WNBA Umumkan Pemain Starter All-Star 2026, Paige Bueckers Pimpin Suara
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Phoenix Mercury Jamu Seattle Storm dalam Laga Wilayah Barat
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB






