Reksadana Pasar Uang Tetap Menarik di Tengah Suku Bunga Tinggi
Bagi investor yang mengutamakan likuiditas dan stabilitas, instrumen ini tetap relevan sebagai bagian diversifikasi portofolio.
>>> IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.220 Menjelang Pengumuman Suku Bunga
Ia menuturkan, investor perlu memperhatikan kebijakan suku bunga Bank Indonesia, inflasi, stabilitas rupiah, serta kebijakan moneter global. Kondisi likuiditas perbankan domestik juga mempengaruhi yield instrumen pasar uang.
“Jika BI mulai menurunkan suku bunga, potensi penurunan yield pasar uang perlu menjadi perhatian,” imbuhnya.
HPAM mengelola produk reksadana pasar uang dengan fokus pada likuiditas optimal melalui pemilihan instrumen berkualitas tinggi dan mitra perbankan fundamental kuat.
Komposisi portofolio disesuaikan secara aktif dengan perkembangan suku bunga.
Sementara itu, MAMI berfokus pada optimalisasi imbal hasil dalam batasan instrumen jangka pendek melalui pengaturan tenor dan pemilihan institusi kredit tinggi.
Penempatan terdiversifikasi antara deposito dan surat utang tenor kurang dari satu tahun.
Menurut Ezra, kenaikan suku bunga sekitar 75 basis poin belum sepenuhnya tercermin dalam tingkat bunga deposito. Masih ada ruang penyesuaian ke atas pada imbal hasil penempatan baru.
“Hingga kuartal III 2026, kinerja reksadana pasar uang diperkirakan masih tetap menarik, didukung peningkatan imbal hasil berjalan,” imbuh Ezra.
Reza memperkirakan reksadana pasar uang berpotensi memberikan imbal hasil kompetitif di kisaran 3% - 4% per tahun.
Realisasi kinerja tetap dipengaruhi perkembangan suku bunga, kondisi pasar uang, dan dinamika likuiditas.
Salah satu produk HPAM adalah Henan Ultima Money Market yang berinvestasi di deposito berjangka dan surat berharga pendapatan tetap dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Per Mei 2026, 52% portofolio ditempatkan di fixed income – money market, 47% di time deposit, dan 1% di kas.
>>> MAXStream dan Folaplay Sediakan Paket Streaming Piala Dunia 2026 Mulai Rp25.000
Produk MAMI, Manulife Indonesia Money Market Fund Kelas A, menempatkan portofolio terbesarnya di sukuk Bank Syariah Indonesia, time deposit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, obligasi dan time deposit Bank Bukopin, serta time deposit Bank Muamalat Indonesia.
Update Terbaru
Pencarian Awak Helikopter MH-60S yang Jatuh di Laut Arab Masih Berlangsung
Kamis / 02-07-2026, 02:14 WIB
China Kerahkan Robot Humanoid di Perbatasan Vietnam untuk Kelola Arus Penumpang
Kamis / 02-07-2026, 02:14 WIB
Data Satelit Konfirmasi Ledakan Langka 100 Kali Lebih Terang dari Supernova Biasa
Kamis / 02-07-2026, 02:14 WIB
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Kamis / 02-07-2026, 02:14 WIB
Berapa Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026? Segini Estimasi Per Bulannya
Kamis / 02-07-2026, 02:12 WIB
Nike Pegasus 41 vs Vomero 18: Pilih Sepatu Lari Harian yang Tepat
Kamis / 02-07-2026, 02:12 WIB
AS Klaim Minyak Iran Kini Hanya Dibeli Satu Negara di Dunia
Kamis / 02-07-2026, 02:12 WIB
Kasus Ijazah Jokowi Masuk Mediasi, Pengadilan Beri Waktu Satu Bulan
Kamis / 02-07-2026, 02:12 WIB
Serikat Buruh Desak Pajak JHT Dihapus, Ditjen Pajak: Sedang Dikaji
Kamis / 02-07-2026, 02:12 WIB
AS Klaim Tekanan Ekonomi Bikin Minyak Iran Tak Laku di Pasar Global
Kamis / 02-07-2026, 02:11 WIB
Xiaomi Luncurkan Wireless Mouse 4 Pro dengan Gulir Dinamis dan Klik Hening
Kamis / 02-07-2026, 02:11 WIB
Pabrik Pasangkan Kamera pada Pekerja untuk Latih Robot Pengganti
Kamis / 02-07-2026, 02:05 WIB
Investor SpaceX Kembali Alami Hari yang Berat
Kamis / 02-07-2026, 02:02 WIB
Kim Tae Ri Pertimbangkan Tawaran Drama Baru Sister, I Am the Queen in This Life
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB






