India Blokir Telegram Selama Seminggu Cegah Kecurangan Ujian Medis
Pemerintah India melalui Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi memblokir sementara aplikasi pesan Telegram selama satu pekan hingga 22 Juni 2026.
Langkah ini diambil untuk mencegah kecurangan menjelang ujian ulang medis nasional, menyusul pembatalan hasil ujian National Eligibility cum Entrance Test (NEET-UG) yang diikuti 2,3 juta siswa pada Mei lalu akibat maraknya kebocoran dokumen soal.
>>> 5 Pemicu Jerawat Punggung yang Perlu Diketahui
Badan Pengujian Nasional (NTA) menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap maraknya pemanfaatan platform Telegram oleh sindikat kriminal untuk menipu para peserta ujian.
Berdasarkan investigasi Central Bureau of Investigation, operator saluran Telegram ilegal kedapatan meminta uang ratusan ribu rupee dari para kandidat dengan menjanjikan akses palsu ke soal ujian.
Fitur Edit Pesan Dinonaktifkan
Selain pemblokiran akses, pemerintah India juga menginstruksikan penonaktifan fitur edit pesan di aplikasi Telegram khusus untuk pengguna di India yang berlaku hingga 30 Juni 2026.
Kebijakan ini memicu reaksi keras dari pendiri Telegram serta para aktivis hak digital di India karena dinilai merugikan ratusan juta pengguna yang tidak bersalah.
>>> Real Madrid Perpanjang Kontrak Antonio Ruediger hingga 2027
Internet Freedom Foundation (IFF) menyebut pemblokiran Telegram sebagai solusi sementara yang tidak proporsional dan tidak akan menghentikan kebocoran dari dalam sistem logistik internal ujian.
Pendiri Telegram, Pavel Durov, menegaskan bahwa pembatasan massal ini hanya menghukum masyarakat umum ketimbang menyelesaikan akar masalah sistemik kebocoran ujian.
Durov menambahkan bahwa kebijakan pemblokiran tersebut sama sekali tidak menghentikan aktivitas ilegal karena saluran kebocoran langsung berpindah menggunakan aplikasi lainnya.
>>> PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
Dampak dari sentimen negatif pemblokiran Telegram di India ini juga langsung memukul pasar kripto, di mana harga token TON sempat anjlok lebih dari 10 persen dari 1,80 dolar AS menjadi 1,625 dolar AS.
Update Terbaru
Demo FLASK Kini Tersedia di Steam, Tawarkan Sistem Set Bonus dan Deck Building Unik
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
One UI 9.0 untuk Galaxy A37 dan A26 Makin Dekat, Firmware Terdeteksi
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
Kota Maya Kuno yang Tak Tersentuh Selama 1.000 Tahun Ditemukan di Meksiko
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
Astronom Temukan Dua Lubang Hitam Raksasa 60 Miliar Kali Massa Matahari
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
Pengadilan Ungkap Isi Gugatan Hak Asuh Ruben Onsu
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
5 Zodiak Paling Beruntung pada 3 Juli 2026, Rezeki Datang hingga Peluang Karier Terbuka
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
Pakar Peringatkan Bahaya Tren Sunscreen di Media Sosial
Kamis / 02-07-2026, 20:56 WIB
5 Sheet Mask PDRN untuk Kulit Kencang dan Bebas Keriput
Kamis / 02-07-2026, 20:55 WIB
7 Kebiasaan Kecil yang Tanpa Sadar Bikin Orang Hilang Respek
Kamis / 02-07-2026, 20:43 WIB
Percepat Huntap, Kasatgas PRR Dukung Gunakan Dana Siap Pakai BNPB
Kamis / 02-07-2026, 20:43 WIB
Pertamina Buka Apresiasi Jurnalistik 2026 dengan 8 Kategori
Kamis / 02-07-2026, 20:42 WIB
PT KMR Tarik 300 Ton Minyakita Usai Laporan Penurunan Kualitas
Kamis / 02-07-2026, 20:42 WIB
Menhut Raja Juli Siap Bantu KPK Usut Kasus Korupsi Hutan di Kuansing
Kamis / 02-07-2026, 20:42 WIB
KB Bank Naikkan Bunga Deposito hingga 6% Usai BI Rate Naik
Kamis / 02-07-2026, 20:42 WIB






