Zidane Iqbal Catat Sejarah sebagai Pemain Keturunan Pakistan Pertama di Piala Dunia 2026
Saya bangga menjadi orang Inggris, Pakistan, dan Irak," katanya.
"Saya memilih bermain untuk Irak bukan berarti saya tidak bangga menjadi Mancunian atau Pakistan.
Ini adalah langkah yang tepat untuk karier saya, tetapi tidak menghilangkan fakta bahwa saya juga Mancunian dan Pakistan," tambahnya.
Meskipun baru menjalani musim yang mengecewakan di FC Utrecht akibat cedera lutut, Iqbal tetap bertekad memberikan pengaruh positif.
Ia berterima kasih kepada asisten pelatih kepala Graham Arnold, René Meulensteen, yang membagikan pengalamannya dari kualifikasi Australia.
"Pemain baru akan mengagumi kami karena kami telah melakukannya, dan begitulah cara meneruskannya dari generasi ke generasi.
Semoga lolos ke Piala Dunia menjadi hal yang biasa di Irak," lanjut Iqbal.
Ia berharap anak-anak Irak, Asia, dan Arab yang menonton Piala Dunia melihatnya dan menyadari bahwa itu mungkin. "Saat saya tumbuh besar, saya tidak punya panutan.
Jika Anda melihat seseorang yang mirip dengan Anda, hal itu lebih menyentuh hati," sambungnya.
Peluang Irak di Grup I
Irak tergabung dalam Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia. Menghadapi lawan berat, Iqbal menilai status underdog menguntungkan Irak.
"Prancis punya segalanya untuk dipertaruhkan. Kami masuk tanpa tekanan.
Mereka yang harus mengalahkan kami," tegasnya.
"Kami pergi ke sana tanpa tekanan. Jika kalah, orang memang mengharapkan itu.
Tapi jika menang, kami akan mengejutkan dunia," pungkas Iqbal.
Pencapaian ini memicu dukungan besar dari komunitas sepak bola Pakistan.
Ahmed Shahzad, pengelola akun Pakistani Talents, mengatakan kepada BBC Sport bahwa setiap penggemar sepak bola Pakistan tahu tentang Zidane Iqbal.
"Melihat seseorang secara terbuka merangkul identitasnya membuat sepak bola terasa lebih mungkin bagi kami yang berlatar belakang Pakistan," katanya.
Dampak psikologis juga dirasakan pemain klub lokal Pakistan. Faheem, pemain dari Lembah Hunza, mengatakan kepada Muslim Network TV bahwa kisah Zidane sangat menginspirasi.
"Kami merasa mungkin suatu hari nanti kami juga bisa berhasil," ujarnya.
Namun, fenomena ini memicu kritik terkait minimnya infrastruktur sepak bola di Pakistan.
Ibrahim, pemain klub asal Karachi, mengatakan, "Saya senang untuk Zidane, tetapi kasusnya juga menunjukkan bahwa jika ingin berhasil, Anda harus mewakili tim lain.
Kami ingin melihat pemain dengan warna kami sendiri. Kami ingin melihat Pakistan di panggung besar."
>>> Ronaldo Kritik Taktik Ancelotti Usai Brasil Imbang Lawan Maroko
Sebelum melakoni pertandingan perdana melawan Norwegia, timnas Irak dijadwalkan menjalani satu pertandingan persahabatan melawan Venezuela.
Update Terbaru
Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Metode Modern Dobelkan Cuan Petani, Ongkos Tanam Susut Rp2,4 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Tak Ada Wakil AS dan Negara Barat di Pemakaman Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Pramono: Jembatan Gembok Cinta Dibangun di Atas Sungai Cideng
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Desak Made Rita Rebut Emas di World Climbing Series Krakow 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Wakil Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Dibacakan Ayat Perang Badar
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Kasus Ilegal Akses Nasabah Mirae Asset Naik ke Penyidikan di Bareskrim
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Transmart Full Day Sale Diskon 50%+20% untuk Tangga Lipat dan Perkakas
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Prediksi Paraguay vs Prancis di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Trump Kembali Kecam Komunisme di HUT ke-250 AS
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Crimson Desert Patch 1.13: Eksplorasi Jadi Fokus Utama
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Mengapa Beberapa Kanker Berkembang Lebih Cepat? Temuan Baru dari Virginia Tech
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Migrain Kronis Bukan Sekadar Sakit Kepala: Ini Terobosan Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Kimi Antonelli Menangi Sprint Silverstone, Perlebar Keunggulan Klasemen
Sabtu / 04-07-2026, 20:15 WIB







