Data Internal Nintendo Diduga Bocor dari Platform HR Pihak Ketiga
Nintendo kembali diterpa isu keamanan data. Seorang peretas dengan nama SHADOWBYT3$ mengklaim telah mencuri sekitar 859 MB data internal perusahaan.
Klaim tersebut pertama kali terpantau pada 13 Juni 2026. Hingga saat ini, dugaan kebocoran itu belum terkonfirmasi dan masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
>>> 5 Rekomendasi Film Korea Penuh Aksi yang Dibintangi Kim Mu-yeol
Menurut klaim pelaku, data yang diduga dicuri berasal dari sistem TINYpulse. Platform ini dikenal sebagai alat HR untuk survei keterlibatan karyawan dan pengumpulan umpan balik.
Data yang diklaim bocor mencakup nama karyawan, alamat email, hasil survei, laporan analitik, umpan balik tempat kerja, hingga catatan perkembangan karyawan.
Selain itu, dokumen yang lebih sensitif seperti PDF rekening bank dan formulir pajak W-9 juga disebut ikut bocor.
Peneliti dari Cybernews telah meninjau sampel data yang dipublikasikan pelaku. Mereka menemukan bahwa sebagian isinya memang tampak berkaitan dengan data HR dan program engagement internal Nintendo.
Pelaku mengklaim data tersebut mencakup periode 2016 hingga 2026.
Peneliti mengonfirmasi bahwa beberapa data dalam sampel berasal dari tahun 2016, sementara metadata file yang diekspor dibuat pada 28 Januari 2026.
>>> Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak, Ini Alasannya
Jika klaim tersebut akurat, data ini bisa berisi rekam jejak laporan dan umpan balik karyawan selama hampir satu dekade.
Beberapa individu yang muncul dalam data survei masih teridentifikasi sebagai karyawan aktif Nintendo.
Namun, sampel data yang beredar belum cukup untuk memastikan apakah peretas benar-benar membobol sistem Nintendo secara langsung, atau justru masuk melalui platform HR pihak ketiga.
Data yang diklaim bocor lebih mengarah ke informasi internal karyawan, bukan data pelanggan atau pemain Nintendo.
Meski begitu, kebocoran ini tetap berpotensi menjadi masalah serius karena menyangkut detail personal dan finansial karyawan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Nintendo. Perusahaan asal Jepang itu dikenal agresif dalam menjaga aset digital dan kekayaan intelektualnya.
>>> Teleskop NASA Temukan Puing Supernova Dekat Jantung Bima Sakti
Pada April 2025, Nintendo sempat menggugat streamer EveryGameGuru dalam kasus antipembajakan. Enam bulan kemudian, streamer tersebut diwajibkan membayar ganti rugi sebesar USD17.500.
Update Terbaru
Ferrari Rebut Pole Sprint Kejutan di GP Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB
Perayaan Bicentennial AS 1976 Bangkitkan Patriotisme dan Tradisi Lokal
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB
Inggris Hadapi India di T20I Kedua yang Krusial di Old Trafford
Sabtu / 04-07-2026, 22:16 WIB
Puluhan Ribu Pelari Selesaikan Peachtree Road Race di Tengah Peringatan Panas Ekstrem
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Krejcikova Kalahkan Bartunkova, Laju ke Babak Keempat Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Kepala Sekolah Ungkap Dampak Positif MBG di Sidang MK
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Golkar ke NU: Nasihati Negara Saja, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres!
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
DEN: Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34%, Dipicu Tiga Faktor Utama
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
KPK: Pengembalian Amplop Bupati Kuansing Tak Hapus Pidana
Sabtu / 04-07-2026, 22:14 WIB
Kolaborasi Dua Raksasa Teknologi Produksi Chip AI Khusus pada 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:00 WIB
Survei OECD: Banyak Mahasiswa Kemampuan Membaca Setara Anak Kelas 4 SD
Sabtu / 04-07-2026, 21:56 WIB
Clair Obscur: Expedition 33 Disebut sebagai Penerus Spiritual Lost Odyssey
Sabtu / 04-07-2026, 21:56 WIB
Otoritas Australia Minta Publik Hormati Anjing Laut Gajah Neil yang Viral
Sabtu / 04-07-2026, 21:56 WIB
Derby Magic Weekend: Hull KR vs Hull FC, Pertarungan Saudara dan Gengsi Kota
Sabtu / 04-07-2026, 21:56 WIB







