Otoritas Tasmania meminta publik untuk memberikan privasi kepada seekor anjing laut gajah selatan bernama Neil yang viral di media sosial.

Hewan seberat 1.000 kilogram itu telah menarik perhatian banyak orang hingga menimbulkan kerumunan berbahaya dan kerusakan properti.

>>> Derby Magic Weekend: Hull KR vs Hull FC, Pertarungan Saudara dan Gengsi Kota

Neil, yang berusia lima setengah tahun, naik ke darat pada Juni lalu untuk musim ganti kulit yang berlangsung dua kali setahun.

Kehadirannya membuat beberapa kota macet karena ia memblokir jalan dan merusak infrastruktur seperti kerucut lalu lintas dan pagar.

Anjing laut ini memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut di TikTok. Namun, otoritas khawatir rasa penasaran manusia dapat menyebabkan pertemuan berbahaya bagi publik maupun hewan tersebut.

Perilaku Neil dan Kekhawatiran Ahli

Ilmuwan Universitas Tasmania, Sophia Volzke, menjelaskan bahwa perilaku Neil yang mengganggu, termasuk menghadang kendaraan, berasal dari kurangnya anjing laut remaja lain untuk berlatih pertarungan dominasi.

Perwakilan Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania, Kris Carlyon, menyatakan kekhawatiran atas risiko keselamatan akibat popularitas Neil di internet.

>>> Prediksi Piala Dunia 2026: Format Baru, Tiga Tuan Rumah, dan Tim Favorit

"Ketenaran Neil adalah pedang bermata dua," ujarnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Carlyon menambahkan bahwa beberapa pengunjung bertindak sangat ceroboh, termasuk membawa bayi dekat dengan predator laut besar itu demi foto di media sosial.

"Kami melihat perilaku konyol, seperti orang membawa bayi kecil mendekati Neil hanya untuk mendapatkan foto Instagram," katanya.

Otoritas meminta agar pengunjung tidak membagikan lokasi pasti Neil secara daring.

Langkah ini untuk mencegah pemindahan paksa atau kejadian tragis seperti yang menimpa walrus Freya di Norwegia yang harus dieutanasia.

>>> 10 Atlet Indonesia Paling Berprestasi 2026: Potensi dari Olimpiade hingga SEA Games

"Ada risiko mencintai Neil hingga mati," ujar Carlyon.