Aroma Tubuh Buruk Gagalkan Kencan Kedua bagi 40 Persen Orang
Aroma tubuh memegang peran penting dalam menentukan kelanjutan hubungan asmara.
Sebuah riset terbaru dari Aldi terhadap 2.000 orang dewasa menunjukkan bahwa 40 persen responden menolak melanjutkan ke kencan kedua jika pasangan menggunakan parfum beraroma tidak sedap.
>>> Rupiah Menguat Perkasa ke Rp17.778 per Dolar AS pada 15 Juni 2026
Bahkan, hampir satu dari 10 orang mengaku mengakhiri hubungan secara total karena ketidakcocokan aroma tubuh atau parfum pasangan.
Hasil jajak pendapat ini memperlihatkan bahwa chemistry antarmanusia turut ditentukan oleh faktor kecil seperti pemilihan wewangian.
Pemicu Utama Aroma Tubuh yang Mengganggu
Menggunakan parfum atau aftershave secara berlebihan menjadi pemicu utama timbulnya rasa ilfil.
Sebanyak 37 persen partisipan merasa terganggu dengan bau parfum yang terlalu menyengat, yang dinilai membuat pengguna tercium seperti pengharum ruangan.
Tindakan menyamarkan bau keringat setelah olahraga dengan deodoran tanpa mandi juga mengganggu 36 persen responden.
Selain itu, wewangian cologne yang terlalu tajam dan artifisial masuk dalam daftar bau yang dihindari.
Popularitas parfum viral di media sosial seperti TikTok mulai menggeser pandangan publik. Sebanyak 19 persen responden menganggap produk parfum dengan jargon viral sebagai red flag dalam kencan.
>>> Tradisi Minum Susu Putih Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Meski demikian, ruang digital tetap menjadi referensi utama dalam berburu wewangian baru.
Ada 21 persen orang menemukan parfum favorit lewat internet, dan 19 persen lainnya membeli setelah melihat konten video viral.
Penelitian ini juga memetakan pergeseran minat konsumen.
Sebanyak 67 persen responden meyakini parfum dupe atau alternatif murah memiliki kualitas aroma lebih baik daripada produk desainer mewah.
Chief Commercial Officer Aldi UK, Julie Ashfield, menilai fenomena ini menunjukkan konsumen semakin cerdas dalam memilih parfum.
"Sekarang semakin banyak orang yang mencari parfum dengan harga terjangkau tetapi tetap berkualitas," ujarnya.
Julie menambahkan bahwa publik kini lebih tertarik mengeksplorasi aroma baru tanpa merogoh kocek dalam.
>>> Megawati Pertanyakan Pengamanan Ketat Demo Mahasiswa di Blitar
"Itu menunjukkan banyak orang menjadi pecinta parfum dan lebih terbuka mengeksplorasi wewangian sesuai karakter mereka," kata Julie.
Update Terbaru
Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Utuh
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Prabowo Puji 1.000 SPPG Polri: Dapur MBG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Mahfud MD Sebut Vonis Anak Buah Jadi Pintu Masuk Jerat Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Dugaan Keterlibatan Kader di Program MBG
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB






