Harga Bitcoin Tembus 63.000 Dolar AS, Sentimen Global Membaik
Harga Bitcoin kembali menguat dan menembus level 63.000 dolar AS dalam 24 jam terakhir pada Jumat (12/6).
Aset digital terkemuka ini tercatat naik 2,48 persen ke level 63.615,89 dolar AS atau sekitar Rp1,13 miliar.
>>> Telkom Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Bahan Baku Jaringan Akibat Dolar
Lonjakan ini dipicu oleh membaiknya sentimen pasar global serta naiknya nilai aset berisiko seperti saham dan emas.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan kenaikan Bitcoin ke atas 63.000 dolar AS menunjukkan pasar mulai kembali mengambil posisi pada aset berisiko.
Namun, reli ini masih sangat bergantung pada sentimen makro, terutama ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed.
Bitcoin memiliki korelasi tinggi dengan indeks S&P 500 sebesar 91 persen dan dengan emas sebesar 83 persen.
Fyqieh menambahkan bahwa peluang menuju 64.000 hingga 65.000 dolar AS terbuka, tetapi investor tetap perlu berhati-hati karena belum terlihat katalis kripto yang benar-benar kuat.
Secara teknikal, level 62.000 dolar AS menjadi batas psikologis penting.
>>> Pegadaian Resmi Jadi Pemegang Rekening KSEI, Siapkan Infrastruktur ETF Emas Pertama
Jika harga bertahan di atasnya, Bitcoin berpeluang menguji exponential moving average 200 hari di sekitar 63.700 dolar AS.
Jika support tersebut ditembus, pasar bisa kembali defensif.
Kondisi geopolitik internasional terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran turut memberikan dorongan positif bagi pasar.
Sentimen damai tersebut berhasil membalikkan kondisi pasar setelah sebelumnya sempat tertekan oleh rilis data inflasi produsen AS yang melonjak melebihi ekspektasi.
Meredanya risiko geopolitik global memicu pemulihan minat investasi pada aset kripto utama lainnya seperti Ethereum, BNB, dan Solana.
Fyqieh menekankan bahwa arus dana ETF akan menjadi indikator penting. Jika inflow kembali kuat, struktur harga Bitcoin bisa menguat karena pasokan likuid berkurang.
>>> Kejaksaan Agung Sita Sembilan Aset Tanah Terpidana Korupsi Timah Tamron
Namun, jika outflow berlanjut, kenaikan harga berisiko tidak berkelanjutan. Pasar saat ini masih sensitif terhadap data inflasi, arah suku bunga, serta komentar The Fed.
Update Terbaru
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB






