Danantara Investment Management Terbitkan Obligasi Global US$1,5 Miliar, Kelebihan Permintaan 3 Kali Lipat
PT Danantara Investment Management menerbitkan obligasi internasional perdana senilai US$1,5 miliar pada Jumat (12/6/2026).
Penerbitan instrumen utang ini mencatat kelebihan pemesanan dari investor institusi global dengan nilai peak orderbook mencapai US$4,6 miliar.
>>> Cara Menurunkan Desil DTSEN 2026 dan Cek Statusnya
Jumlah tersebut melampaui tiga kali lipat dari total nilai penerbitan.
Antusiasme Investor Global
Manajemen Danantara menyatakan tingginya permintaan datang dari wilayah Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.
Hal ini mencerminkan kepercayaan besar terhadap tata kelola dan fundamental jangka panjang institusi.
"Kami berharap kepercayaan pasar internasional ini memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia," tutur manajemen Danantara.
Aksi korporasi ini beriringan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan yang melesat 2,68 persen hingga menembus level psikologis 6.000.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Bukan Krisis Batubara
Rupiah juga menguat ke posisi Rp17.849 per dolar AS.
Lonjakan bursa domestik digerakkan oleh akumulasi beli masif pada saham emiten BUMN, terutama sektor pertambangan yang melonjak sekitar 7 persen, perbankan Himbara, dan Telkom.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menilai performa positif ini membuktikan soliditas portofolio BUMN di mata investor.
"Momentum positif ini menandakan kebijakan yang dijalankan berada di jalur tepat. Iklim investasi stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi," ungkap Dony Oskaria.
Ia menambahkan, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali dan aliran investasi bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru.
>>> 1.000 Buruh Plywood Jombang Terancam PHK Usai Pengumuman Mendadak Perusahaan
Transformasi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perusahaan pelat merah diklaim menjadi faktor utama menjaga stabilitas ekonomi riil saat ini.
Update Terbaru
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Naruto Akan Tampil dalam Pertunjukan Ninja Tanpa Dialog di Teater Bersejarah Kyoto pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Awasi Belanja Negara
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Iran Peringatkan Israel: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas Tindakan Tegas
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Said Iqbal Minta Danantara Dorong Himbara Beri Modal Rp400 M ke PT Pakerin
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB






