IHSG Anjlok 30%, Valuasi Murah Bisa Jadi Peluang Investor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 30% sepanjang tahun 2026. Tekanan berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran defisit fiskal.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 7% secara point-to-point turut memperparah kondisi. IHSG kini berada di posisi terlemah sejak 2020.
>>> Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Sentimen negatif tidak hanya memengaruhi pasar domestik.
Bursa Asia lain seperti SENSEX India, Hang Seng Hong Kong, dan PSEI Filipina juga terkoreksi secara year-to-date.
Namun, beberapa bursa regional masih mencatat penguatan. Di antaranya KOSPI Korea Selatan, NIKKEI 225 Jepang, dan Shanghai Composite China.
Valuasi IHSG Relatif Murah
Berdasarkan data Bloomberg per 12 Juni 2026, rasio Price Book Value (PBV) IHSG berada di level 1,55 kali.
Sementara estimasi Price Earning Ratio (PER) mencapai 9,21 kali.
Angka tersebut menunjukkan valuasi pasar modal Indonesia tergolong murah dibandingkan bursa regional Asia. Misalnya, PBV Taiwan 4,15x, Jepang 2,99x, dan India 2,95x.
>>> Toyota Kijang Innova Reborn Masih Laris, Penjualan Hampir Salip Innova Zenix
Dari sisi PER, IHSG juga lebih rendah dibandingkan Thailand (16,23x) dan China (14,14x). Hanya KOSPI (8,69x) dan PSEI (9,06x) yang memiliki PER lebih rendah.
Sinarmas Sekuritas dalam risetnya mengonfirmasi bahwa posisi perdagangan IHSG saat ini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun.
Rasio P/E berkisar di angka 10 kali, setara dengan 2 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahunan.
“Pandangan kami adalah bahwa sebagian besar risiko yang telah diketahui pasar saat ini telah tercermin secara signifikan dalam harga saham,” tulis Sinarmas dalam riset yang dikutip Jumat (12/6/2026).
Meski valuasi historis menunjukkan harga sangat murah, akselerasi pemulihan IHSG masih menunggu faktor pendorong eksternal.
Salah satu yang krusial adalah kepastian Indonesia tetap bertahan di indeks MSCI Emerging Markets.
>>> Kemenhaj Pulangkan 66.137 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia
Apabila kejelasan MSCI segera tercapai, situasi saat ini dinilai dapat menjadi momentum masuk yang menjanjikan bagi investor dengan target investasi minimal satu tahun.
Update Terbaru
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Naruto Akan Tampil dalam Pertunjukan Ninja Tanpa Dialog di Teater Bersejarah Kyoto pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Awasi Belanja Negara
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Iran Peringatkan Israel: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas Tindakan Tegas
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Said Iqbal Minta Danantara Dorong Himbara Beri Modal Rp400 M ke PT Pakerin
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB






