Studi: Operasi Caesar Tingkatkan Risiko Gangguan Kejiwaan Pasca Melahirkan
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa operasi caesar, baik yang direncanakan maupun darurat, dapat meningkatkan risiko gangguan kejiwaan pada ibu setelah melahirkan hingga lebih dari 15 persen.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology ini menganalisis data dari 934.524 perempuan di Amerika Serikat yang melahirkan bayi tunggal hidup antara tahun 2008 hingga 2022.
>>> Pertamina Bantah Isu Pembatasan Pembelian Pertalite Rp50 Ribu
Para peneliti mengelompokkan peserta ke dalam lima kategori metode persalinan untuk melihat dampaknya secara spesifik terhadap kesehatan mental.
Hasilnya menunjukkan bahwa ibu yang menjalani operasi caesar terencana memiliki angka kejadian gangguan kejiwaan pasca melahirkan sebesar 11,4 persen.
Sementara itu, operasi caesar tidak terencana tanpa upaya persalinan normal mencatat angka 10,8 persen, dan caesar darurat setelah kegagalan persalinan pervaginam sebesar 10,9 persen.
Sebaliknya, persalinan pervaginam berbantuan alat medis (OVD) yang berhasil tidak menunjukkan peningkatan risiko serupa.
Namun, jika OVD gagal dan harus dilanjutkan dengan caesar, risiko gangguan kejiwaan justru melonjak 26 persen lebih tinggi.
>>> Bukan Makanan, 10 Hal Ini Diam-Diam Bikin Gula Darah Naik
Indikator kesehatan mental yang dipantau meliputi diagnosis baru depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan gangguan jiwa berat lainnya, serta resep obat antidepresan baru dalam enam bulan setelah melahirkan.
Mayoritas kasus depresi dan kecemasan terdeteksi dalam 0 hingga 90 hari setelah persalinan, sementara PTSD muncul merata pada periode 0-90 hari dan 91-180 hari.
"Kondisi kejiwaan pasca persalinan meningkat setelah persalinan caesar, baik yang direncanakan maupun tidak, tetapi tidak setelah persalinan pervaginam yang berhasil," tulis tim peneliti seperti dikutip dari Medscape.
Mereka menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kesehatan mental ibu yang melahirkan secara caesar.
>>> Investor Asing Borong Saham BBCA dan DSSA, Net Buy Rp 492,4 Miliar
Studi ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak mencakup perempuan dengan riwayat gangguan mental sebelumnya karena kelompok tersebut sengaja dikecualikan dari analisis.
Update Terbaru
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 18:10 WIB
Jadwal Siaran Langsung Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 18:10 WIB
Dokter Bedah Plastik Korea Ungkap 5 Makanan Bikin Wajah Cepat Tua
Rabu / 01-07-2026, 18:10 WIB
Album ARIRANG BTS Tembus 3,8 Miliar Streaming dalam 8 Pekan
Rabu / 01-07-2026, 18:08 WIB
Kim Nam Gil Picu Spekulasi dengan Postingan Instagram Misterius Jelang Comeback Besar
Rabu / 01-07-2026, 18:08 WIB
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jalin Sinergi Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Bupati Kuansing Terjerat Suap Jabatan dan Pelepasan Kawasan Hutan
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Belanja Iklim APBN Rp73,5 T per Tahun, Kemenkeu: Baru 12,9% Kebutuhan
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Warga Sesak Napas dan Tak Bisa Tidur Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Uni Eropa Resmi Pungut Biaya Impor Barang Murah China, Shein dan Temu Kena Imbas
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Rabu / 01-07-2026, 18:06 WIB
Patung Messi Tertinggi di Dunia Tarik Wisatawan ke Cutral Co
Rabu / 01-07-2026, 18:05 WIB
Mbappe Tinggal Selangkah Salip Rekor Messi, Tapi Pilih Fokus Antar Prancis Juara Piala Dunia 2026 Dulu
Rabu / 01-07-2026, 18:05 WIB
Pemkab Banyumas Manfaatkan AI untuk Percepat Pelayanan Publik Digital
Rabu / 01-07-2026, 18:05 WIB






