Kenaikan Harga Pertamax Picu Risiko Inflasi dan Tekanan Daya Beli
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai berlaku pada Rabu, 10 Juni 2026. Kebijakan ini diprediksi memberikan dampak signifikan terhadap inflasi.
Ekonom Josua memperkirakan dampak langsung terhadap inflasi Juni 2026 berada di bawah 0,1 poin persentase.
>>> HP di Bawah Rp5 Jutaan untuk Kreator TikTok, Tiga Pilihan Ini Patut Masuk Daftar
Tekanan inflasi berpotensi meluas ke berbagai sektor sekunder akibat efek lanjutan kenaikan biaya energi.
Efek domino dari kebijakan ini berpeluang memicu kenaikan tarif di sektor transportasi, jasa pengiriman, hingga biaya distribusi logistik.
Jika pelaku usaha menaikkan harga, tekanan dapat merambat ke inflasi inti.
Dampak pada Konsumsi dan Subsidi
Pertamina menetapkan harga baru Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 sebesar Rp 17.000 per liter.
Selisih harga dengan Pertalite melebar dari sekitar Rp 2.300 menjadi Rp 6.250 per liter.
>>> Dinas Pendidikan Sumut Wajibkan Daftar Ulang Calon Siswa SMA/SMK Lolos SPMB 2026
Peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite berisiko memicu distorsi konsumsi. Lonjakan permintaan berpotensi membuat kuota BBM bersubsidi cepat habis dan tidak tepat sasaran.
Masyarakat kelas menengah yang mengandalkan kendaraan pribadi menjadi kelompok paling terdampak. Kenaikan pengeluaran untuk BBM nonsubsidi bakal memangkas alokasi anggaran belanja kebutuhan sekunder rumah tangga.
Tambahan biaya per liter yang besar akan mengurangi ruang belanja untuk rekreasi, makan di luar, dan barang tahan lama.
Kondisi ekonomi konsumen juga menghadapi tantangan dari sektor pendidikan dan pangan.
Bank Indonesia baru-baru ini menaikkan suku bunga acuan, menambah beban keuangan. Kelas menengah perkotaan diprediksi akan mengubah perilaku belanja menjadi lebih defensif.
>>> Mengenal Doa Kafaratul Majelis dan Hikmahnya
Pemerintah disarankan memperketat pengawasan harga pangan dan memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Intervensi kebijakan sebaiknya diarahkan untuk menyokong sektor transportasi umum, pendidikan, dan pangan.
Update Terbaru
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Juli 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp 2,651 Juta
Jumat / 03-07-2026, 12:12 WIB
Tanggal Rilis Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Bocor, Fix 22 Juli?
Jumat / 03-07-2026, 12:00 WIB
Daihatsu Ayla Tipe M Masih Jadi Mobil Baru Termurah di RI, Rp140,2 Juta
Jumat / 03-07-2026, 12:00 WIB
Lima Kontestan Love Island UK Tersingkir Setelah Casa Amor Recoupling
Jumat / 03-07-2026, 11:51 WIB
Naik Ojol Saat Liburan di Bali, Huening Bahiyyih Bikin Heboh Penggemar
Jumat / 03-07-2026, 11:50 WIB
Aikatsu Stars! Dapatkan Film 10 Tahun pada Musim Semi 2027
Jumat / 03-07-2026, 11:50 WIB
Jaket Langka Wilt Chamberlain Ditemukan di Goodwill, Dilelang hingga Rp3,9 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Petkovic Hadapi Timnas Swiss yang Pernah Dilatihnya di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Dinas Kesehatan Mississippi Buka Klinik Imunisasi untuk Siswa
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Peringatan Cuaca Ekstrem di Calgary Dicabut Setelah Badai Canada Day
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Luka Modric Makin Dekat Akhiri Karier, Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Laga Terakhir
Jumat / 03-07-2026, 11:48 WIB
Lumba-lumba Hidung Botol di Adriatik Ikuti Kapal Pukat karena Overfishing
Jumat / 03-07-2026, 11:46 WIB
TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi Jenazah Pilot AS Korban KKB
Jumat / 03-07-2026, 11:46 WIB
Christian Brothers Pertahankan Pelaku Kekerasan Seksual Anak dengan Alasan Injil
Jumat / 03-07-2026, 11:43 WIB






