Google Bayar SpaceX Rp 16 Triliun per Bulan untuk Komputasi AI Gemini
Google mengucurkan dana sebesar 920 juta dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun per bulan kepada SpaceX.
Pembayaran ini dilakukan untuk mengamankan kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI) serta pusat data demi mendukung operasional Gemini Enterprise.
>>> Hampir 3 Tahun Berlalu, Wacana Sertifikasi Promotor Konser Masih Mandek
Rencana raksasa teknologi tersebut terungkap melalui pengajuan peraturan yang dirilis pada Jumat. Fakta kerja sama bernilai jumbo ini dikonfirmasi berdasarkan laporan dari Money.
Menurut pengajuan peraturan tersebut, Google akan menggunakan sekitar 110.000 chip Nvidia, unit pemrosesan grafis, serta prosesor pusat, memori, dan komponen lain yang ditempatkan di pusat data SpaceX.
Perjanjian ini berlaku mulai Oktober tahun ini hingga Juni 2029 dengan tarif 920 juta dolar AS.
Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan dari pengguna.
Juru bicara Google Cloud menjelaskan bahwa pihak korporasi wajib mengamankan kapasitas temporer dalam skala masif di tengah pertumbuhan basis pelanggan platform yang melampaui prediksi awal.
Klausul Penalti Ketat bagi SpaceX
Kontrak kerja sama ini dibarengi dengan klausul penalti yang ketat bagi penyedia layanan. SpaceX dibebani target tenggat waktu untuk mempersiapkan infrastruktur yang telah disepakati.
SpaceX menyatakan bahwa jika mereka gagal menyediakan akses ke jumlah GPU yang dijanjikan pada 30 September 2026, Google dapat segera mengakhiri perjanjian tersebut.
Alternatifnya, Google dapat menerima jumlah GPU yang disediakan dengan biaya lebih rendah setelah masa tenggang satu bulan.
Selain klausul kegagalan pasokan, mekanisme penghentian kemitraan juga diatur secara fleksibel bagi kedua belah pihak.
Google maupun SpaceX memegang hak untuk menyudahi kontrak dengan melayangkan notifikasi tertulis 90 hari sebelum pemutusan.
Update Terbaru
Sony Konfirmasi PS3 PlayStation Store Tutup Global pada 2027
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Epic Games Capai Kesepakatan dengan Pembocor Fortnite, Larang Akses Data Rahasia
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Fosil Texas Ungkap Predator Laut Purba Baru, Tylosaurus rex
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Swiatek Jatuh ke Peringkat 6
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Empat Negara Buka Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Valkyries Incar Kemenangan Keempat Beruntun Lawan Dream
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Kelly Ripa Khawatir dengan David Muir yang Akan Siaran 24 Jam
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Chris Evert dan Martina Navratilova Hadapi Kanker dalam Film Dokumenter Baru
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Jasa Marga Perkuat Layanan Pelanggan, Libatkan Rhenald Kasali dan Mohammed Ali Berawi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Lontong Wu Fu dan Tarian Topeng Meriahkan Perayaan Thay Shang Lao Jun di Kelenteng Tian Fu Gong
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Berkorelasi dengan Pencegahan Korupsi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Menghubungkan Titik-Titik: Mewujudkan Pemerintahan Digital di Indonesia
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Pramono Anung Andalkan Ekonomi Kreatif sebagai Motor Pertumbuhan Baru Jakarta
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
PMI Indonesia Merosot ke Zona Kontraksi, Vietnam Justru Naik Kelas
Minggu / 05-07-2026, 00:14 WIB







