Harga Bitcoin Anjlok di Bawah 60.000 Dolar AS Akibat Tren Investasi AI
Mata uang kripto Bitcoin mengalami penurunan harga hingga di bawah 60.000 dolar AS pada Jumat, 5 Juni 2026.
Ini merupakan pertama kalinya sejak Oktober 2024, menurut laporan Bloomberg.
>>> Harga Emas Diperkirakan Masih Rentan Melanjutkan Pelemahan pada Pekan Depan
Aset digital terbesar ini merosot hingga 7 persen ke level 59.101 dolar AS selama jam perdagangan di New York.
Nilainya terpangkas lebih dari separuh sejak mencapai puncak di atas 126.000 dolar AS pada Oktober tahun lalu.
Kemunduran harga ini dipicu oleh penarikan dana investor dari ETF Bitcoin, ketegangan geopolitik, serta penjualan token oleh Strategy Inc. milik Michael Saylor.
Hal ini memicu kekhawatiran pasar terhadap model kas aset digital.
Kondisi diperparah oleh beralihnya arus modal institusional dan Silicon Valley yang selama satu dekade terakhir mendominasi sektor kripto.
Kini, modal tersebut mulai berpindah ke komoditas teknologi baru, yaitu kecerdasan buatan (AI).
"Untuk waktu yang sangat lama, kripto adalah investasi populer yang menjadi obsesi Silicon Valley dan berbagai institusi — dan AI telah menggantikannya," kata Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Baird.
Faktor dominasi saham AI dalam perdagangan pertumbuhan pasar telah mengurangi daya tarik Bitcoin secara signifikan. "Sesederhana itu: AI telah menggantikannya sebagai tren investasi yang populer," ujar Antonelli.
>>> Bea Cukai Tetap Kawal Ekspor Komoditas Melalui Danatara Sumberdaya
Selain faktor AI, investor ritel dilaporkan mengalihkan dana mereka ke opsi jangka pendek, pasar prediksi, serta instrumen digital lain seperti stablecoin dan futures abadi.
Penurunan ini juga menyeret kripto kecil lainnya pada hari Jumat.
Ether anjlok 13 persen ke level terendah sejak April 2025, sementara XRP, Solana, dan Dogecoin ikut merosot lebih dari 5 persen.
Update Terbaru
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Naruto Akan Tampil dalam Pertunjukan Ninja Tanpa Dialog di Teater Bersejarah Kyoto pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Awasi Belanja Negara
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Iran Peringatkan Israel: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas Tindakan Tegas
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Said Iqbal Minta Danantara Dorong Himbara Beri Modal Rp400 M ke PT Pakerin
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB






