Kementerian Kehutanan Terapkan Digitalisasi untuk Batasi Kuota Pendaki Gunung
Kementerian Kehutanan resmi menerapkan digitalisasi layanan taman nasional untuk mengatur kuota pengunjung dan meningkatkan keselamatan wisata pendakian gunung.
Kebijakan ini diumumkan dalam peluncuran aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional' di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis (4/6/2026).
>>> IHSG Dibuka Menguat 6,7 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas melonjaknya popularitas aktivitas naik gunung di kalangan generasi muda.
"Antusiasme yang luar biasa, sekarang berkembang menjadi semacam FOMO, Fear of Missing Out, di mana sekarang menjadi tren naik gunung," kata Raja Juli Antoni.
Pemerintah memandang fenomena ini sebagai hal positif yang perlu diarahkan secara tepat. Namun, kesiapan fisik dan pemahaman regulasi dari para pendaki tetap menjadi prioritas.
"Antusiasme ini luar biasa harus kita kanalisasi, kita harus apresiasi. Namun aspek safety juga penting," lengkapnya.
Kementerian Kehutanan menyoroti banyak pendaki yang melakukan pendakian tanpa persiapan matang dan minim peralatan. Contohnya, wisatawan membeli paket murah ke Gunung Rinjani tanpa bekal pengetahuan keselamatan.
"Banyak orang yang jalan ke Gili Trawangan kemudian diberikan paket murah naik Rinjani, pergi tanpa peralatan yang cukup, tanpa pengetahuan yang cukup.
>>> IHSG Rebound ke 5.844,661 pada 5 Juni 2026, Disokong Sektor Barang Baku
Sehingga akhirnya terjadilah apa yang tidak kita inginkan," ujar Raja Juli Antoni.
Melalui sistem digital, pemerintah dapat memberlakukan pembatasan pengunjung sesuai daya dukung lingkungan. Mekanisme pendaftaran daring memaksa masyarakat mengantre secara tertib saat kuota akhir pekan terpenuhi.
"Kita akan berikan daya tampung dan daya dukung agar masyarakat dapat menikmati apa yang harus dinikmati. Bukan tidak boleh tapi harus mengantre.
Kalau weekend penuh ya harus daftar minggu depan," kata Raja Juli Antoni.
Penerapan kuota ini diklaim murni untuk aspek keselamatan dan mengantisipasi penumpukan massa. Selain itu, kementerian juga menggenjot program bebas sampah dan nihil kecelakaan kerja di destinasi ekowisata.
"Jangan lihat Rinjani dari jauh yang indah tapi lihat sampah-sampah yang menumpuk karena kenakalan para pendaki. Enforcement akan kita lakukan agar semua tertib," tegas Raja Juli Antoni.
>>> Pemerintah Berpotensi Naikkan Porsi DMO Batu Bara Menjadi 30 Persen
Penegakan hukum dan pengawasan ketat terhadap pendaki yang melanggar aturan kebersihan kini mulai diimplementasikan di Gunung Rinjani sebelum diperluas ke taman nasional lainnya.
Update Terbaru
Panduan Skill dan Build Terbaik Xiao Qiao di Honor of Kings
Jumat / 03-07-2026, 11:41 WIB
Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk
Jumat / 03-07-2026, 11:41 WIB
Pria Bakar Diri Tewas di Depan Markas PBB New York
Jumat / 03-07-2026, 11:41 WIB
Khutbah Jumat 10 Juli 2026 Angkat Pesan Menjaga Lisan, Diam Disebut Jalan Keselamatan
Jumat / 03-07-2026, 11:37 WIB
Build dan Combo Terbaik Musashi di Honor of Kings
Jumat / 03-07-2026, 11:36 WIB
Ronaldo Cetak Sejarah Baru Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
Gol Cristiano Ronaldo Akhiri Kutukan 20 Tahun di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
Hasil Babak I: Swiss Mendominasi, Ungguli Aljazair 1-0
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
Bupati Langkat Diperiksa di Polrestabes Medan Usai Ditangkap KPK
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
7 Benda Ini Bakal Rusak Kalau Dicuci Pakai Air Panas
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
TNI Buru Elkius Kobak, Terduga Pembakar Pesawat dan Penembak Pilot AS
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
3 VAR dan Drama 109 Menit Selamatkan Portugal dari Mimpi Buruk
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
AI Tak Akurat, Dua Orang Tak Bersalah Dipenjara Berbulan-bulan
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
Indonesia Masuki Tahap Baru Aksesi CPTPP, Inggris Tegaskan Dukungan
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB






