Astronom Berhasil Susun Peta Medan Magnet Alam Semesta Terbesar
Para astronom internasional mencatat sejarah baru dalam eksplorasi ruang angkasa. Mereka berhasil menyusun peta medan magnet terbesar dan paling rinci yang pernah dibuat untuk alam semesta.
Pencapaian ini menjadi langkah krusial dalam mengungkap misteri asal-usul serta perkembangan medan magnet di jagat raya sejak awal pembentukannya.
>>> Sinopsis Gudang Merica: Horor Komedi Ardhito Pramono soal Mahasiswa Koas
Peta revolusioner ini merupakan hasil dari proyek SPICE_RACS (Spectra and Polarisation In Cutouts of Extragalactic Sources from the Rapid ASKAP Continuum Survey).
Proyek ambisius tersebut dipimpin oleh lembaga riset nasional Australia, CSIRO.
Para peneliti memanfaatkan kecanggihan teleskop radio Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP). Mereka menganalisis cahaya radio yang dipancarkan oleh hampir 4 juta galaksi di langit selatan.
Teknik yang digunakan didasarkan pada fenomena Faraday Rotation. Fenomena ini memperlihatkan arah polarisasi cahaya radio yang berubah saat melintasi medan magnet di ruang angkasa.
Melalui pengukuran perubahan tersebut, peneliti mampu memetakan distribusi dan kekuatan medan magnet yang tersebar luas di kosmos.
Dataset yang dihasilkan SPICE_RACS kini menjadi salah satu katalog pengukuran rotasi Faraday terbesar di dunia.
Cakupan datanya melampaui survei-survei sebelumnya, terutama dalam memetakan wilayah langit belahan bumi selatan yang selama ini belum terpetakan secara mendalam.
Peran Vital Medan Magnet Kosmik
Medan magnet kosmik diketahui memegang peranan vital dalam mengatur pergerakan partikel bermuatan. Selain itu, fenomena ini memengaruhi proses pembentukan bintang hingga menentukan arah evolusi sebuah galaksi.
>>> Dreame Indonesia Luncurkan Tiga Perangkat Pembersih Rumah Pintar Baru
Melalui data terbaru ini, para astronom berharap dapat memahami bagaimana medan magnet pertama kali muncul pasca-kelahiran alam semesta.
Update Terbaru
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Tebak Bintang Netflix dalam Galeri Foto Panas SZA
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Taylor Parker Klaim Korban Minta Bayinya Dikeluarkan
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Golkar Panggil Anggota DPRD Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Ogah Keluarkan Dekrit Demi Piala Dunia, Presiden Kolombia Mundur Jadi Tuan Rumah
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
PDIP Tanggapi Isu Capres Harus Diusung 3 Partai Parlemen
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Ducati Mulai Sadari Ancaman Bagnaia di Musim Depan
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Harvey Weinstein Alami Gagal Jantung di Rikers Island
Rabu / 01-07-2026, 16:10 WIB
Ledakan di Kawasan Industri Candi Semarang Tewaskan Satu Pekerja
Rabu / 01-07-2026, 16:10 WIB
Polisi Blokir Lima Rekening di Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Rabu / 01-07-2026, 16:10 WIB
Bukan Messi atau Ronaldo, Legenda Prancis Jagokan Michael Olise Raih Ballon d'Or
Rabu / 01-07-2026, 16:08 WIB






