OJK Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan, Dolar AS Masih Jadi Safe Haven
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap penyebab nilai tukar rupiah terus tertekan di pasar global.
Menurut OJK, dolar Amerika Serikat masih kokoh sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
>>> Influencer dan Dokter Tak Bisa Lagi Pakai Pajak UMKM 0,5% di 2026
Dominasi dolar AS tidak lepas dari penggunaannya yang luas dalam pembayaran dan transaksi internasional. Hal ini memicu pelemahan rupiah karena tingginya permintaan terhadap dolar.
Dolar AS Masih Jadi Primadona Investasi Global
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa status safe haven dolar AS menjadi faktor krusial yang menekan rupiah.
Dalam situasi global yang penuh dinamika, pelaku pasar cenderung mencari perlindungan pada aset paling stabil.
Faktor utama yang membuat dolar tetap kuat adalah statusnya sebagai alat pembayaran utama transaksi lintas negara. Kepercayaan investor terhadap stabilitas dolar juga tinggi dibandingkan mata uang negara berkembang.
Pelaku pasar cenderung memborong aset berbasis dolar sebagai antisipasi risiko ekonomi. Dinamika kebijakan moneter global membuat likuiditas dolar sangat berharga bagi pelaku bisnis.
Pelemahan rupiah tidak lepas dari mekanisme pasar yang mengunggulkan dolar saat ekonomi tidak menentu. Kebutuhan pembayaran internasional yang mayoritas menggunakan dolar AS memperparah situasi.
Dampak Minat Investor Terhadap Aset Safe Haven
Dian Ediana Rae menambahkan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh antusiasme investor terhadap instrumen investasi berbasis dolar. Aset tersebut dianggap memberikan keamanan lebih baik dalam jangka panjang.
>>> Beli Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah per 1 Juli 2026, Ini 9 Faktanya
Permintaan terhadap rupiah menurun secara relatif, sementara permintaan dolar melonjak tajam. OJK menilai aksi borong aset dolar merupakan respon alami pasar untuk memitigasi risiko kerugian.
Update Terbaru
Motorola Edge 70 Max Raih Sertifikasi WPC, Konfirmasi Dukungan Qi2 dengan Magnet Bawaan
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 1 Juli: Capricorn Makin Romantis, Libra Jaga Perasaannya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Viral Kabar Piero Hincapie Pacari Sabrina Carpenter, Ini Faktanya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






