Taiwan Resmi Naikkan Insentif Pajak Anak 2026, Cair Langsung ke Rekening
Pemerintah Taiwan mengumumkan kenaikan insentif pajak bagi keluarga yang memiliki anak. Kebijakan ini mulai berlaku pada tahun 2026.
Menteri Keuangan Taiwan, Chuang Tsui-yun, menyatakan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) per anak akan naik 50 persen.
>>> Vitality Juara IEM Rio 2026, Resmi Jadi Dinasti Terkuat dalam Sejarah CS2
Saat ini PTKP anak sebesar NT$101.000 (Rp57,44 juta) akan menjadi NT$151.500 (Rp85,88 juta).
Kenaikan PTKP Anak 50%
Kebijakan ini menyasar wajib pajak dengan tanggungan anak di bawah 18 tahun. Pemerintah memperkirakan 2,7 juta wajib pajak akan merasakan manfaatnya.
Total keringanan beban pajak diperkirakan mencapai NT$8 miliar (Rp4,55 triliun).
Langkah ini merupakan bagian dari 18 kebijakan strategis Presiden Taiwan, Lai Ching-te, untuk mengatasi penurunan angka kelahiran.
Insentif Pajak Properti dan Perusahaan
Selain PTKP, pemerintah juga memberikan potongan pajak properti bagi keluarga dengan anak. Pengurangan ini diterapkan pada pajak rumah hunian dengan batas ambang tertentu.
>>> Bareskrim Usut Manipulasi Ekspor Sawit, Kantor Perusahaan Digeledah
Kebijakan ini memerlukan revisi Undang-Undang Pajak Rumah dan Undang-Undang Pajak Tanah.
Diperkirakan lebih dari satu juta rumah tangga akan terbantu, dengan estimasi pengurangan pajak NT$5 miliar hingga NT$7,5 miliar.
Perusahaan yang menyediakan layanan penitipan anak (daycare) juga mendapat insentif. Biaya penitipan anak dapat dikurangkan hingga 200 persen dari pendapatan kena pajak.
Fasilitas dan Tunjangan Tambahan
Pemerintah Taiwan menyiapkan program pendukung lain, antara lain:
- Tunjangan rutin untuk pertumbuhan anak.
- Subsidi biaya perawatan kesuburan.
- Peningkatan manfaat asuransi persalinan.
- Subsidi biaya sekolah dan daycare usia dini.
- Perluasan layanan kesehatan anak.
- Penambahan durasi cuti pernikahan, cuti melahirkan, dan cuti ayah.
Presiden Lai Ching-te menginstruksikan jajaran kabinet segera menuntaskan revisi aturan. Komunikasi dengan parlemen juga diperkuat untuk mempercepat implementasi.
>>> Rahang Tuna Bakar Pawon Tempuran: Kuliner Hidden Gem Yogyakarta yang Viral
Kementerian Keuangan akan mengajukan draf revisi Undang-Undang Pajak Penghasilan. Proses legislasi ditargetkan rampung agar manfaat bisa dirasakan pada 2027.
Update Terbaru
Sosok di Balik Mafia Pentol Diduga Terseret Dugaan Penipuan Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Rp400 Juta
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Montgomery County Umumkan Perubahan Jadwal Libur Hari Kemerdekaan
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Kamis / 02-07-2026, 18:01 WIB
Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Pertamina Urus Izin Kapal Pride untuk Lewati Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
Kamis / 02-07-2026, 17:56 WIB






