China Tegaskan Taiwan Bagian dari Wilayahnya, Bantah Klaim Lai Ching-te
Pemerintah China kembali menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Republik Rakyat Tiongkok.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan pemimpin Taiwan Lai Ching-te yang mendukung status quo.
>>> Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (18/6), menyatakan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh lebih dari 1,4 miliar rakyat China, termasuk warga Taiwan.
Pernyataan Lin Jian menanggapi pidato Lai Ching-te dalam resepsi untuk media internasional di Taipei.
Lai menyebut bahwa kedaulatan Taiwan berada di tangan rakyat Taiwan dan Taiwan bukan bagian dari Republik Rakyat China.
Narasi Kemerdekaan Taiwan Dinilai Jalan Buntu
Lin Jian menilai narasi 'kemerdekaan Taiwan' yang terus diumbar Lai Ching-te hanya menunjukkan kegugupan dan ketidakpastian.
Menurutnya, upaya mencari kemerdekaan dengan dukungan AS dan peningkatan kekuatan militer hanya akan berujung pada jalan buntu.
Lin Jian menegaskan bahwa tidak ada kata-kata atau perbuatan dari pihak berwenang partai berkuasa di Taiwan DPP atau Lai Ching-te yang dapat mengubah sifat mendasar masalah Taiwan.
>>> Karyawan Logistik Bentuk Kopkar Forindo untuk Jaga Keseimbangan Industri
Masalah Taiwan sepenuhnya merupakan urusan internal China.
Ia juga menambahkan bahwa klaim tersebut tidak akan menggoyahkan komitmen internasional terhadap satu China atau menghentikan keniscayaan reunifikasi China.
Dalam pidatonya, Lai Ching-te menyatakan Taiwan berupaya merangkul dunia dan menjunjung tinggi demokrasi serta kebebasan.
Ia juga menekankan kerja sama dengan komunitas internasional untuk mempertahankan status quo perdamaian di Selat Taiwan.
Lai Ching-te mengucapkan terima kasih kepada anggota G7 atas pernyataan bersama yang menentang perubahan status quo di Laut China Timur, Laut China Selatan, dan Selat Taiwan dengan kekerasan atau paksaan.
Ia menyerukan China menghentikan ekspansi militer dan menolak penggunaan kekerasan terhadap Taiwan.
>>> Gelandang Qatar Kartu Merah Usai Patahkan Kaki Pemain Kanada
Atas dasar prinsip kesetaraan dan martabat, Lai menyatakan Taiwan bersedia terlibat dalam pertukaran dan kerja sama dengan China untuk mempromosikan perdamaian dan kemakmuran bersama.
Update Terbaru
Pelatih Spanyol Kupas Taktik Austria: Pressing Tinggi dan Disiplin
Kamis / 02-07-2026, 16:02 WIB
Kuasa Hukum: Jokowi Siap Hadir dan Tunjukkan Ijazah di Sidang
Kamis / 02-07-2026, 16:01 WIB
Newtype Global Resmi Meluncur di Anime Expo 2026, Sampul Perdana Tampilkan Daemons of the Shadow Realm
Kamis / 02-07-2026, 16:01 WIB
Gigabyte Resmi Rilis Aorus GeForce RTX 5080 Infinity dan Infinity Wood dengan Desain Premium
Kamis / 02-07-2026, 16:01 WIB
Booster Pack Ancaman Bayangan Resmi Rilis, Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
Kamis / 02-07-2026, 16:00 WIB
One UI 9 Watch Beta Dikabarkan Rilis Bulan Ini
Kamis / 02-07-2026, 16:00 WIB
Samsung Perbarui Tiga Aplikasi Good Lock agar Kompatibel dengan One UI 9
Kamis / 02-07-2026, 16:00 WIB
Comeback Gila Belgia, Hajar Senegal 3-2 Setelah Tertinggal 0-2
Kamis / 02-07-2026, 15:56 WIB
Ordal Ungkap Lokasi Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Kamis / 02-07-2026, 15:56 WIB
Pertemuan Damai Ruben Onsu dan Sarwendah 11 Juli Batal
Kamis / 02-07-2026, 15:55 WIB
OPPO Enco Air5 Resmi di India, ANC 52dB dan Baterai 54 Jam
Kamis / 02-07-2026, 15:53 WIB
Instagram Edits Hadirkan Teks Dwibahasa, Template Overlay, dan Efek Suara Musiman
Kamis / 02-07-2026, 15:53 WIB
Skincare Malam Boleh Dipakai Jam 7? Begini Saran Dokter agar Hasilnya Optimal
Kamis / 02-07-2026, 15:52 WIB
5 Rekomendasi Sepatu Sekolah Anak TK Tanpa Tali yang Nyaman dan Kuat
Kamis / 02-07-2026, 15:52 WIB






