Dilema Upah Layak di Pesantren: Menanti Keadilan bagi Pengajar di 2026
Akibatnya, guru lebih memilih bungkam. Padahal, diam mereka menjadi bahan bakar kemakmuran pihak di puncak kekuasaan.
Paulo Freire menulis bahwa orang paling sulit dibebaskan adalah mereka yang memaklumi penindasan. Guru yang merasa tulus tanpa gaji mereproduksi sistem yang merugikan dirinya.
Freire menyebut fenomena ini kesadaran naif. Ketidakadilan dipandang sebagai takdir yang tidak bisa diubah.
>>> Universal Music Tolak Tawaran Rp1.146 Triliun Bill Ackman
Cara berpikir ini bertentangan dengan prinsip Islam.
Islam memberikan dasar hukum tegas mengenai hak pekerja dan pengajar. Nabi Muhammad memerintahkan memberikan upah sebelum keringat pekerja mengering.
Selepas Perang Badar, Nabi membebaskan tawanan dengan syarat mengajar sepuluh anak Muslim membaca dan menulis.
Imam al-Ghazzali dalam Ihya' Ulumiddin menegaskan ikhlas adalah urusan niat guru. Membayar upah layak adalah kewajiban pengelola.
Jika mengajarkan baca-tulis dihargai setara kebebasan tawanan perang, nilai seorang ustadz tentu lebih tinggi. Mereka setiap hari mengajarkan tauhid, fikih, hingga akhlak.
Abraham Maslow menegaskan manusia sulit mencapai potensi maksimal jika kebutuhan dasar belum terpenuhi. Guru yang dipusingkan biaya sewa rumah tidak bisa fokus menjadi pendidik kreatif.
Masalah ini bukan sekadar sifat personal pemilik pesantren. Banyak kiai tidak sadar berbuat tidak adil karena tumbuh dalam sistem serupa.
Yang perlu dirombak adalah tatanan kelembagaan. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren merupakan langkah awal baik.
Pemerintah menyiapkan Dana Abadi Pesantren Rp2 triliun. Namun, dana itu tidak berdampak tanpa mekanisme distribusi transparan dan akuntabel.
Para alumni pesantren yang sukses juga punya peran krusial. Mereka seharusnya tidak hanya memberi sumbangan fisik seperti gedung.
Gerakan alumni perlu difokuskan pada jaminan kesejahteraan ekonomi guru. Hal ini agar pengajar tidak dibayangi ketakutan kebutuhan hidup.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






