Kasus Campak di Sumsel Tembus 809, Palembang Catat Temuan Tertinggi
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan melaporkan lonjakan kasus campak sepanjang tahun 2026. Hingga 26 Mei 2026, tercatat 809 kasus konfirmasi positif di berbagai wilayah.
Kota Palembang menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi. Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.
>>> Kenali Sembilan Gejala Kanker Serviks yang Sering Diabaikan Wanita
Sebaran Kasus Campak di Sumsel
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel mencatat total suspek campak mencapai 2.882 kasus. Dari jumlah tersebut, 809 sampel dinyatakan positif melalui uji laboratorium.
Palembang mendominasi dengan 442 kasus positif. Disusul Kota Prabumulih dengan 57 kasus, dan Kabupaten Musi Rawas sebanyak 54 kasus.
Kabupaten Muara Enim dan Ogan Ilir masing-masing mencatatkan 39 kasus positif. Sementara tiga daerah nihil kasus positif: Pagar Alam, OKU Timur, dan OKU Selatan.
Tren Menurun Namun Tetap Waspada
Kepala Bidang P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menyatakan tren bulanan menunjukkan penurunan. Penurunan ini terlihat jika dibandingkan triwulan pertama Januari hingga Maret 2026.
>>> 13 Restoran All You Can Eat Murah di Bogor, Mulai Rp20 Ribu
"Kasus campak mulai mengalami penurunan. Ini hasil kerja keras petugas kesehatan dan peran aktif masyarakat dalam imunisasi," ujar Ira, Selasa (26/5).
Meski demikian, Ira menegaskan kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Campak mudah menular melalui droplet, sehingga potensi lonjakan baru tetap ada jika cakupan imunisasi menurun.
Pentingnya Imunisasi MR
Dinkes Sumsel mengimbau orang tua melengkapi imunisasi anak di Puskesmas atau Posyandu. Rendahnya cakupan imunisasi tambahan diduga menjadi pemicu utama rantai penularan yang sulit diputus.
Gejala awal campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam merah. Ruam biasanya muncul dari wajah dan belakang telinga.
>>> Budaya Latihan Bersama Jadi Kunci Lahirnya Pembalap Motor Potensial di Yogyakarta
Warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala tersebut.
Update Terbaru
Sinopsis Drama Jepang Human Vapor, Perburuan Kriminal yang Bisa Berubah Jadi Uap
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Jurnalis Ungkap Sentralisasi Kekuasaan di Masa Kedua Trump
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Algeria Hadapi Swiss di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Kebakaran Hutan di Colorado Paksa Pembatalan Kembang Api 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Dodgers Hadapi Padres dalam Empat Pertandingan di Dodger Stadium
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Saham Meta Melonjak Hampir 9% Usai Rencana Masuk Pasar Cloud Computing
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Investigasi Ungkap Kesenjangan Rasial dalam Penanganan Nyeri Persalinan
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlangsung, 30 Persen Area Terkendali
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakak karena Bumbu Pecel
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Tapir Nyasar di Mesuji Lampung Disembelih Warga, 4 Orang Ditangkap
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Komandan IRGC Iran Muncul Pertama Kali Jelang Pemakaman Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kanada Mulai Salurkan Bantuan Belanja Bulanan yang Ditingkatkan
Jumat / 03-07-2026, 15:57 WIB
OJK Dorong Literasi Pasar Modal Syariah di Kalangan Generasi Muda
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
NHM Peduli Hibahkan Alat USG Jantung Anak ke RSUD Tobelo
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB






