Kejaksaan Agung Selidiki Anak Usaha Musim Mas dan Wilmar soal Manipulasi Ekspor CPO
Kejaksaan Agung tengah menyelidiki sejumlah anak perusahaan yang terhubung dengan raksasa minyak sawit Musim Mas dan Wilmar International.
Penyelidikan ini terkait dugaan manipulasi pengurangan nilai faktur ekspor minyak sawit mentah (CPO).
>>> Stres dan Absennya Pelayuan Akibatkan Daging Kurban Alot
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi hal tersebut pada Selasa lalu. Ia menyatakan bahwa kedua grup besar itu sedang diperiksa oleh Kejaksaan Agung.
"Those two are correct. Both of them," kata Purbaya di Jakarta.
Purbaya menjelaskan bahwa para eksportir diduga mengirimkan komoditas ke perusahaan perdagangan afiliasi di Singapura.
Harga yang dicantumkan sengaja diturunkan sebelum dijual kembali dengan nilai pasar yang jauh lebih tinggi.
"We saw export prices from here to Singapore at only half the actual value," ujar Purbaya. "There was under-invoicing, smuggling — around 50%."
Penyidikan Formal dan Kerugian Negara
Kejaksaan Agung telah meningkatkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan formal. Sepuluh perusahaan diduga menerapkan skema serupa.
>>> Yadea Sediakan Unit Test Ride Motor Listrik GS70 di Seluruh Dealer Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menyebut under-invoicing sebagai penipuan. "Under-invoicing is essentially fraud," katanya di hadapan parlemen pekan lalu.
Prabowo mengklaim Indonesia mengalami kerugian hingga 900 miliar dolar AS selama 34 tahun akibat manipulasi ekspor. Jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp15.840 triliun.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan tim penyidik telah membangun konstruksi kasus ini selama lebih dari satu bulan.
Mantan Pejabat Senior Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menambahkan, "For years, export practices have caused losses to the state amounting to thousands of trillions of rupiah."
Untuk memperketat pengawasan, pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di bawah sovereign wealth fund Danantara.
>>> Pahami Tata Cara Pembagian Daging Kurban Sesuai Sunnah Islam
Lembaga ini akan mengintegrasikan data pabean dan mendeteksi pola harga mencurigakan secara real-time.
Update Terbaru
Profil Hj. Endang Kurniasih Istri Syah Afandin Bupati Langkat yang Terkena OTT KPK: Umur, Agama dan Akun IG
Minggu / 05-07-2026, 13:20 WIB
Penonton Film Korea Melonjak 75 Persen pada Semester I
Minggu / 05-07-2026, 12:58 WIB
Cara Cek Saldo 3 Bansos PKH di Rekening BNI yang Cair Merata 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:50 WIB
Cara Optimalkan 9 Fitur Rahasia WhatsApp 2026 untuk Chat Aman dan Cepat
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang saat Penggerebekan Narkoba
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Maroko Ancaman Serius bagi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Kunjungan PM Singapura, Polisi Atur Lalu Lintas di 8 Ruas Jalan Jakarta
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Jadwal Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Kembang Api Meriahkan Langit New York Rayakan HUT ke-250 AS
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Ketum Viking: Terkejut dengan Rekrutan Anyar Persib, Notsuda dan Ragnar
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Harga HP Naik Terus, David Gadgetin Ungkap Waktu Terbaik Ganti Ponsel Baru
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Brandon Woodruff Cedera Bahu Lagi, Brewers Kalah dari Diamondbacks
Minggu / 05-07-2026, 12:43 WIB
12 Drama Korea Baru Tayang Juli 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
Minggu / 05-07-2026, 12:43 WIB
Penembakan di Westgate Glendale, Pelaku Masih Buron
Minggu / 05-07-2026, 12:42 WIB







