Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus ke Divisi AI
Perusahaan teknologi Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 karyawan global pada Rabu (21/5/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari reorganisasi besar-besaran untuk mempercepat pengembangan alur kerja berbasis kecerdasan buatan.
>>> Profil Oleg Kuzovkov, Kreator di Balik Masha and the Bear
Pemangkasan massal yang berdampak pada hampir 10 persen dari total tenaga kerja ini diikuti dengan pembatalan 6.000 lowongan pekerjaan.
Selain itu, Meta juga memindahkan 7.000 pegawai ke divisi baru yang berfokus pada proyek AI.
Klarifikasi CEO Meta
CEO Meta Mark Zuckerberg berupaya menenangkan situasi internal perusahaan yang sedang gelisah dan kecewa akibat rangkaian restrukturisasi dalam 18 bulan terakhir.
"I will clarify that we will not do another company-wide mass layoff this year," kata Zuckerberg dalam memo internal, seperti dikutip dari Financial Times, Kamis (21/5/2026).
Zuckerberg menambahkan bahwa pihak manajemen menyadari adanya kekurangan dalam pola komunikasi internal perusahaan terkait keputusan besar ini.
"I also want to acknowledge that our communications were not as clear as we would have liked them to be, and that is one of the areas that I want to make sure we improve," sambungnya.
Penjelasan Chief People Officer
Chief People Officer Meta Janelle Gale menjelaskan bahwa pemindahan ribuan staf ke inisiatif baru ini bertujuan untuk merampingkan struktur manajemen perusahaan.
"We are now at a place where many organizations can operate with a leaner structure, through smaller teams that can move faster and with greater accountability," tulis Gale dalam memo internal yang dilansir Bloomberg.
Gale menambahkan bahwa perubahan struktur organisasi ini sengaja mengadopsi prinsip desain kecerdasan buatan agar operasional tim berjalan lebih taktis.
Update Terbaru
LiSA Rilis Vinyl Eksklusif Rayakan 15 Tahun Karier pada 26 Agustus
Minggu / 05-07-2026, 01:43 WIB
Ancelotti Akui Neymar Kecewa Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Polisi Usut Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Sand: Raiders of Sophie Tembus 300.000 Penjualan, CEO TinyBuild Bercanda soal AC
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Babak I 16 Besar Piala Dunia: Saibari Cedera, Kanada vs Maroko Imbang
Minggu / 05-07-2026, 01:29 WIB
Street Fighter 6 Season 4 Fokus pada Karakter Baru untuk Menarik Pemain Muda
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, CD Projekt Red Puji Dukungan Jangka Panjang
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Square Enix Akui Kebiasaan Mengumumkan Game Terlalu Dini, Ubah Strategi Pemasaran
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Masa Depan Final Fantasy 14 Mobile Makin Tidak Pasti, Situs Resmi Offline Berminggu-minggu
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Film Plastik Ini Hancurkan Virus Hanya dengan Sentuhan, Kata Ahli Ini Pengubah Permainan
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB







