Pemerintah Matangkan Skema Insentif Besar Mobil Listrik Berbasis Nikel
Pemerintah Indonesia tengah mematangkan skema insentif baru untuk pembelian kendaraan listrik pada semester II/2026. Skema ini memberikan subsidi lebih besar bagi varian berbasis baterai nikel.
Langkah ini bertujuan mengoptimalkan hilirisasi industri dalam negeri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa formulasi besaran pemotongan akan dihitung secara mendalam oleh Menteri Perindustrian.
>>> Chery Pastikan Rakit Lokal Mobil Listrik Chery Q di Indonesia
"Yang baterainya berbasis nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Perhitungannya nanti dilakukan oleh Menteri Perindustrian.
Kenapa yang nikel lebih besar subsidinya? Karena supaya nikel kita terpakai," ujar Purbaya.
Skema yang disusun dikabarkan berbentuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Rentang besaran pemotongan berkisar dari 40 persen hingga 100 persen.
"PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100%, ada yang 40%. Nanti masuk disusun skemanya," kata Purbaya dikutip dari Antara.
Rencana ini langsung mendapat respons positif dari dua raksasa otomotif, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan Hyundai.
Marketing Director TAM Bansar Maduma menyatakan bahwa perusahaannya siap menyelaraskan langkah dengan regulasi.
"Pada dasarnya Toyota Astra Motor, Toyota Indonesia pasti mendukung semua kebijakan pemerintah.
Karena kami yakini bahwa pemerintah juga memikirkan tentang industri otomotif di Indonesia," ujar Bansar saat ditemui di Jakarta Pusat.
Bansar menambahkan, status Toyota sebagai produsen sekaligus distributor membuat mereka menyambut baik keputusan yang berorientasi pada pengurangan konsumsi energi fosil.
"Kemudian untuk melihat kebijakan pemerintah, pastinya kita sebagai produsen, sebagai juga distributor, kita menyambut baik. Bahwa apalagi memang kalau disampaikan bahwa tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi," kata Bansar.
Pihak TAM menilai segala regulasi yang dihadirkan pemerintah pastinya ditujukan demi memberikan keuntungan serta kemudahan bagi para pengguna kendaraan elektrifikasi di tanah air.
Update Terbaru
Timnas Indonesia Waspadai Vietnam di Piala AFF 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Link Live Streaming Australia vs Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Viral Staf Timnas Mesir Ribut dengan Polisi, Nyaris Adu Jotos
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Profil David Nascimento, Pelatih Indonesia U-17 Eks Asisten Van Gaal
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Drama Misteri Zhang Xincheng dan Ding Yuxi
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Dari Hutan Ranjuri, Anto Ubah Daun Gugur Jadi Pewarna Alami Batik Valiri
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
4 Rekomendasi Shampo Non SLS yang Aman Dipakai Setiap Hari
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
Michelin Guide Resmi Hadir di Selandia Baru, Ini Daftar Restoran Berbintang 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21, Tanda Penghormatan untuk Diogo Jota
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Susunan Pemain Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Xhaka Vs Mahrez
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Rating Pemain Spanyol Usai Tekuk Austria, Layak Jadi Kandidat Juara?
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78,81 Miliar Impor Barang Tiruan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Antisipasi Kekeringan di Sukra Indramayu, Kementan Pasok Pompa Air untuk 1.945 Hektare Lahan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Kemenperin Dorong Kawasan Industri Pangkas Emisi, IWIP Masuk Program NZIP
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB






