Khutbah Jumat 17 April 2026 Angkat Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dan Jejak Sejarah Islam
masjid-pixabay-
Khutbah Jumat 17 April 2026 Angkat Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dan Jejak Sejarah Islam
Umat Islam dijadwalkan memasuki bulan Dzulqa’dah 1447 Hijriyah pada Sabtu, 18 April 2026, mengacu pada kalender resmi Kementerian Agama serta perhitungan astronomi. Bulan ini menjadi penanda mendekatnya musim haji yang akan berlangsung pada pertengahan Mei 2026.
Dzulqa’dah menempati posisi penting sebagai bulan ke-11 dalam kalender Hijriyah dan termasuk dalam empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Momentum ini menjadi pengingat bagi khatib untuk mengajak jamaah memahami nilai spiritual serta sejarah yang menyertainya.
Makna dan Keutamaan Bulan Dzulqa’dah
Dalam ajaran Islam, terdapat waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan lebih dibandingkan lainnya. Dzulqa’dah termasuk di antaranya, sejajar dengan Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab sebagai bulan haram yang dimuliakan.
Allah SWT menetapkan bahwa dalam satu tahun terdapat dua belas bulan, dengan empat di antaranya memiliki kedudukan khusus yang harus dijaga dari perbuatan zalim dan maksiat.
- Dzulqa’dah menjadi awal dari rangkaian bulan haram
- Termasuk dalam periode pelaksanaan ibadah haji
- Menjadi waktu utama pelaksanaan umrah Rasulullah
Penamaan Dzulqa’dah sendiri berkaitan dengan tradisi masyarakat Arab yang menghentikan aktivitas peperangan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci tersebut.
Kaitan dengan Ibadah Haji dan Umrah
Dzulqa’dah termasuk dalam tiga bulan haji, bersama Syawal dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada periode inilah ihram untuk haji dinyatakan sah sesuai ketentuan syariat.
Riwayat sahabat menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan umrah pada bulan ini dalam beberapa kesempatan, menegaskan keutamaannya sebagai waktu ibadah.
Selain itu, dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Nabi Musa AS menerima wahyu setelah melewati tiga puluh malam yang diidentikkan dengan Dzulqa’dah, kemudian disempurnakan dengan sepuluh malam berikutnya.