Apa yang Harus Terjadi Setelah Ramadhan Menurut Khutbah Jumat 10 April 2026
al quran-freebiespic/pixabay-
Ramadhan telah berlalu, namun semangat ibadah yang tumbuh selama sebulan penuh seharusnya tidak ikut berakhir. Bagi seorang muslim, Ramadhan adalah madrasah yang mendidik jiwa agar semakin dekat kepada Allah dan memperbaiki kualitas ketakwaan.
Karena itu, setelah bulan suci berlalu, setiap muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri: apa hasil dari amal ibadah yang telah dilakukan selama Ramadhan?
Takwa sebagai Inti Kehidupan Seorang Mukmin
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ayat tersebut mengingatkan bahwa ketakwaan menjadi jalan menuju keselamatan dan keberuntungan. Ramadhan memberikan kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Namun setelah Ramadhan berakhir, seseorang perlu merenungkan apakah amal yang telah dilakukan benar-benar membawa perubahan dalam hidupnya.
Memohon Agar Amal Diterima
Salah satu sikap orang saleh setelah beribadah adalah memohon agar amal tersebut diterima oleh Allah. Teladan ini dapat dilihat dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika selesai membangun Ka’bah.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal kami). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)
Doa tersebut menunjukkan bahwa sebesar apa pun amal yang dilakukan, seorang hamba tetap tidak boleh merasa yakin amalnya pasti diterima.
Para ulama salaf bahkan disebut menghabiskan enam bulan setelah Ramadhan untuk berdoa agar ibadah mereka diterima, dan enam bulan berikutnya memohon agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
Memperbanyak Istighfar Setelah Ibadah
Setelah menyelesaikan ibadah, seorang mukmin dianjurkan memperbanyak istighfar. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah.
Allah SWT berfirman:
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.” (QS. An-Nashr: 3)
Istighfar menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia tidak pernah lepas dari kekurangan dalam menjalankan ibadah.