Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Penulis Panji Sukma yang Viral di Media Sosial
Panji-Instagram-
Panic Attack dan Dugaan Kekerasan Seksual
Pada November 2025, korban mengaku mengalami panic attack yang dipicu kondisi hubungan tersebut. Ia kemudian berkonsultasi dengan psikiater dan disarankan untuk menjauh dari Panji.
Korban sempat datang kembali ke rumah Panji dengan tujuan membicarakan arah hubungan mereka. Namun dalam pertemuan itu, ia mengklaim dipaksa masuk ke kamar dan mengalami kekerasan seksual.
Meski demikian, korban mengatakan masih bertahan hingga akhir November 2025 karena mengalami trauma bonding sebelum akhirnya hubungan tersebut berakhir.
Upaya Mencari Bantuan Hukum
Setelah peristiwa tersebut, korban berupaya mencari bantuan melalui layanan SAPA 129. Pada awal 2026, ia diarahkan untuk melapor ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di daerahnya.
Korban mengaku proses tersebut justru membuatnya mengalami reviktimisasi dan kasusnya dinilai tidak memenuhi syarat untuk diproses secara hukum.
Belakangan ia mendapat pendampingan dari komunitas SAVARA yang kemudian menghubungkannya dengan lembaga bantuan hukum SPEKHAM Surakarta untuk mendapatkan dukungan psikologis dan hukum.
Penerbit Buku Mojok Sampaikan Pernyataan
Viralnya pengakuan tersebut mendorong penerbit Buku Mojok, yang pernah menerbitkan karya Panji Sukma, menyampaikan sikap resmi.
Dalam pernyataan tertulis, penerbit tersebut menyatakan dukungan kepada korban serta mengecam segala bentuk kekerasan seksual dan praktik seksis maupun misoginis.
Penerbit juga menyampaikan permintaan maaf karena pernah menerbitkan buku Panji berjudul Iblis dan Pengelana pada 2020 yang dinilai mengandung muatan seksis dan misoginis.
Penerbit menyebut kontrak buku tersebut telah berakhir sejak 2022 dan tidak lagi dicetak ulang maupun didistribusikan. Mereka juga membuka kemungkinan pengembalian buku bagi pembaca yang menginginkannya.
Sampai laporan ini disusun, Panji Sukma belum memberikan tanggapan publik atas tuduhan yang beredar. Akun media sosialnya juga terlihat dikunci setelah isu tersebut ramai diperbincangkan.