Hacker Iran Retas Email Direktur FBI Kash Patel, AS Tawarkan Hadiah Rp157 Miliar
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru di ranah siber setelah akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel dilaporkan diretas oleh kelompok peretas yang menamakan diri Handala HackTeam.
Serangan digital tersebut memicu perhatian serius pemerintah Amerika Serikat karena menargetkan pejabat tertinggi di lembaga penegak hukum federal.
Menurut laporan yang pertama kali diungkap Reuters dan kemudian dikonfirmasi sejumlah sumber kepada CBS News, kelompok peretas yang dikaitkan dengan kepentingan Iran itu mengklaim berhasil mengakses akun surel pribadi Patel.
Sebagai bukti, kelompok tersebut menyebarkan sejumlah foto pribadi serta dokumen yang disebut sebagai riwayat hidup milik Direktur FBI ke internet.
FBI Sebut Data yang Bocor Tidak Sensitif
FBI menyatakan telah mengetahui adanya aktivitas peretasan yang menyasar akun pribadi Kash Patel.
Dalam penjelasan resminya, lembaga tersebut menegaskan langkah mitigasi telah segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Pejabat FBI menjelaskan bahwa materi yang diakses peretas merupakan data lama dan tidak berisi informasi sensitif milik pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan untuk meredakan kekhawatiran terkait potensi kebocoran rahasia negara.
Diduga Balasan atas Operasi Pemerintah AS
Serangan terhadap Patel disebut berkaitan dengan langkah hukum yang sebelumnya dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap jaringan yang terkait dengan kelompok Handala.
Pada awal Maret 2026, Departemen Kehakiman AS menyita empat domain situs yang diyakini digunakan dalam operasi siber kelompok tersebut.
Tindakan itu merupakan bagian dari upaya memutus aktivitas yang disebut sebagai praktik represi transnasional oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran.
Catatan penyelidikan menunjukkan domain yang dipakai dalam aksi peretasan terhadap Patel justru didaftarkan pada 19 Maret, hari yang sama saat pemerintah AS mengumumkan penyitaan domain milik jaringan tersebut.
Kelompok Handala Mengejek Pemerintah AS
Melalui unggahan di platform daring, Handala secara terbuka menyindir langkah pemerintah Amerika Serikat yang menyita situs mereka.
Kelompok itu bahkan menyebut tindakan Washington sebagai “pertunjukan konyol” dan mengklaim sistem keamanan FBI dapat ditembus dalam waktu singkat.
Mereka juga menyinggung posisi Patel sebagai pimpinan FBI yang kini disebut menjadi korban serangan siber.
Update Terbaru
Pemkab Bantul Robohkan Bangunan TPR Parangtritis Lama
Kamis / 21-05-2026, 12:15 WIB
ITSEC Asia Dukung Talenta Muda 14 Tahun dan Kembangkan Solusi Keamanan Siber Berbasis AI
Kamis / 21-05-2026, 12:13 WIB
Neil deGrasse Tyson Tantang AS Tunjukkan Bukti Nyata Alien
Kamis / 21-05-2026, 12:13 WIB
Mangaplus Rilis Boruto Two Blue Vortex Chapter 34 Sub Indo Gratis
Kamis / 21-05-2026, 12:13 WIB
Manajemen Persipura Soroti Regulasi Keamanan Usai Kericuhan Laga Play-off
Kamis / 21-05-2026, 12:13 WIB
Colorado Rapids Jamu San Jose Earthquakes di Perempat Final U.S. Open Cup
Kamis / 21-05-2026, 12:13 WIB
Akademi Persis Solo Borong Penghargaan Elite Pro Academy 2025/2026
Kamis / 21-05-2026, 12:09 WIB
Eliano Reijnders Dapat Dukungan Kakaknya Jelang Laga Penentu Juara Persib
Kamis / 21-05-2026, 12:08 WIB
Nova Arianto Tanggapi Penghapusan Regulasi Pemain U-23 di BRI Super League 2026/2027
Kamis / 21-05-2026, 12:08 WIB
Umuh Muchtar Imbau Bobotoh Jaga Ketertiban Jelang Laga Penentuan Juara Persib
Kamis / 21-05-2026, 12:08 WIB
Aston Villa Kalahkan SC Freiburg 3-0, Juara Liga Europa 2026
Kamis / 21-05-2026, 12:08 WIB
LDU de Quito Jamu Lanus pada Leg Kedua Copa Libertadores
Kamis / 21-05-2026, 12:04 WIB
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, NJKB Mulai Rp104 Juta
Kamis / 21-05-2026, 12:03 WIB
Kylie Minogue Idap Kanker Lagi setelah Sembuh Kanker Payudara
Kamis / 21-05-2026, 12:03 WIB






