close ads x

Profil Penulis Panji Sukma yang Diduga Melakukan Kekerasan Seksual, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Profil Penulis Panji Sukma yang Diduga Melakukan Kekerasan Seksual, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Panji-Instagram-

Profil Penulis Panji Sukma yang Diduga Melakukan Kekerasan Seksual, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Penulis Panji Sukma yang Viral di Media Sosial

Nama penulis sekaligus vokalis band Panji Sukma menjadi sorotan publik setelah seorang perempuan mengaku sebagai korban dan membeberkan pengalaman yang disebut sebagai kekerasan seksual melalui utas di media sosial X.



Dalam pengakuannya, perempuan tersebut menyebut mengalami manipulasi emosional, tekanan psikologis, hingga tindakan yang diduga sebagai kekerasan seksual selama menjalin hubungan dengan Panji.

Awal Perkenalan Lewat Instagram
Perempuan itu mengaku pertama kali berkomunikasi dengan Panji pada 28 Maret 2025 melalui pesan langsung Instagram. Ia menghubungi penulis tersebut karena ingin belajar menulis dan berencana mengikuti Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta.

Reputasi Panji di dunia sastra membuat korban menaruh kepercayaan. Panji diketahui pernah meraih sejumlah penghargaan, termasuk Sayembara Novel DKJ, Anugerah Sastra Prasidatama, serta penghargaan sastra dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.


Hubungan Berlanjut dan Pertemuan di Rumah
Percakapan awal disebut berjalan normal. Namun dalam pertemuan berikutnya, Panji mulai menanyakan kehidupan pribadi korban dan bahkan sempat berandai-andai mengenai kemungkinan hubungan asmara.

Pada 2 April 2025, Panji meminta korban datang ke rumahnya dengan alasan membahas tulisan. Korban menyetujui karena menganggap Panji sebagai mentor di bidang kepenulisan.

Di kesempatan itu, Panji disebut menceritakan berbagai kesulitan hidupnya untuk menarik simpati. Korban mengaku merasa iba sehingga hubungan keduanya semakin dekat.

Tuduhan Manipulasi hingga Tekanan Psikologis
Seiring waktu, korban menilai hubungan tersebut berubah menjadi tidak sehat. Ia mengaku mengalami berbagai bentuk manipulasi emosional dari Panji.

Korban juga menyebut pernah diminta mengirim foto area tubuh pribadi saat berkomunikasi melalui WhatsApp. Permintaan tersebut ditolak, namun menurutnya Panji tetap mendesak dengan cara yang membuatnya merasa bersalah dan disertai komentar bernada body shaming.

Selain itu, korban mengaku kerap diminta membantu berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan aktivitas akademik dan karier Panji.

Membaca ratusan halaman novel untuk menulis endorsement.
Melakukan riset materi acara musik Rock in Solo.
Mendesain sampul album lagu untuk Spotify.
Menerjemahkan portofolio karya Panji untuk penerbit luar negeri.
Membantu materi presentasi sidang doktoral.
Korban menyebut tekanan tersebut membuatnya mengalami stres berat dan kesulitan keluar dari hubungan karena juga diminta mengelola sebuah usaha yang didanai oleh Panji.

Panic Attack dan Dugaan Kekerasan Seksual
Pada November 2025, korban mengaku mengalami panic attack yang dipicu kondisi hubungan tersebut. Ia kemudian berkonsultasi dengan psikiater dan disarankan untuk menjauh dari Panji.

Korban sempat datang kembali ke rumah Panji dengan tujuan membicarakan arah hubungan mereka. Namun dalam pertemuan itu, ia mengklaim dipaksa masuk ke kamar dan mengalami kekerasan seksual.

Meski demikian, korban mengatakan masih bertahan hingga akhir November 2025 karena mengalami trauma bonding sebelum akhirnya hubungan tersebut berakhir.

Upaya Mencari Bantuan Hukum
Setelah peristiwa tersebut, korban berupaya mencari bantuan melalui layanan SAPA 129. Pada awal 2026, ia diarahkan untuk melapor ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di daerahnya.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya