Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Kantor Pos Pagar Alam Dilaporkan Balik, Mahasiswa Soroti Penanganan Kasus
bully-Tumisu/pixabay-
Penanganan Kasus Dinilai Lamban
Selain persoalan laporan balik, Hansen juga menyoroti proses penanganan kasus yang dinilai berjalan lambat. Ia menilai keterlambatan tanpa kepastian dapat memperpanjang tekanan yang dialami korban.
“Dalam kasus seperti ini, waktu sangat penting. Penanganan yang lambat bukan hanya menunjukkan lemahnya respons, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi psikologis korban,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi mengenai perkembangan kasus sangat diperlukan agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tetap terjaga.
Dorongan Transparansi Penanganan Kasus
Arento dan Hansen mendorong aparat terkait untuk menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik.
Mereka juga mengangkat sejumlah pertanyaan yang dinilai penting untuk dijawab dalam proses penanganan kasus tersebut.
- Mengapa korban justru menghadapi laporan balik dengan pasal UU ITE.
- Apa bentuk perlindungan konkret yang telah diberikan kepada korban.
- Mengapa proses penanganan kasus dinilai berjalan lambat.
- Apakah korban telah ditempatkan sebagai pihak yang harus dilindungi.
Menurut Hansen, perkara ini bukan hanya menyangkut satu kasus semata, tetapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap sistem keadilan.
“Ketika korban justru ditekan, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya satu kasus, melainkan wajah keadilan. Negara harus hadir di sisi korban,” tegasnya.