Perang Menyebabkan Kehancuran, Islam Mengajarkan Jalan Perdamaian! Inilah Khutbah Jumat, 6 Maret 2026
masjid-pixabay-
Islam Mengutamakan Perdamaian
Islam sejak awal mengajarkan nilai perdamaian dan kasih sayang. Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk menebarkan kebaikan dan menciptakan hubungan sosial yang penuh kedamaian.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
Artinya: Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan kepada orang lain, dan dirikanlah shalat ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Pesan tersebut menunjukkan bahwa Islam menempatkan perdamaian sebagai fondasi kehidupan. Umat Muslim diperintahkan untuk menciptakan ketenteraman dalam hubungan sosial serta menjauhi tindakan yang memicu permusuhan.
Perang Bukan Jalan Utama
Dalam ajaran Islam, peperangan bukanlah sesuatu yang diinginkan. Konflik bersenjata hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, terutama untuk mempertahankan diri dari kezaliman.
Al-Qur’an menjelaskan hal ini dalam firman Allah SWT:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui (QS Al-Baqarah: 216).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa perang bukan pilihan utama dalam Islam. Ia menjadi jalan terakhir ketika keadilan dan keselamatan tidak lagi bisa dijaga melalui cara-cara damai.
Dampak Buruk Peperangan
Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa peperangan selalu membawa kerusakan yang luas. Banyak keluarga kehilangan anggota mereka, anak-anak kehilangan masa depan, dan masyarakat harus menanggung luka yang panjang.
Kerusakan akibat perang tidak hanya menimpa manusia. Alam, pertanian, dan sumber daya kehidupan juga ikut terdampak, sehingga menambah penderitaan bagi generasi yang akan datang.
Al-Qur’an mengingatkan tentang perilaku yang membawa kerusakan di muka bumi:
“Dan apabila ia berpaling dari kamu, ia berjalan di bumi untuk membuat kerusakan di dalamnya serta merusak tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS Al-Baqarah: 205).
Ayat ini menegaskan bahwa tindakan yang menyebabkan kehancuran dan penderitaan bukanlah sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT.
Perdamaian sebagai Jalan Terbaik
Islam mendorong umatnya untuk mengutamakan penyelesaian konflik melalui dialog dan musyawarah. Upaya perdamaian harus selalu didahulukan sebelum memilih jalan kekerasan.
Rasulullah SAW juga mengingatkan agar umat Islam tidak berharap bertemu musuh dalam peperangan.
Beliau bersabda: “Janganlah kalian berharap bertemu dengan musuh. Mintalah kepada Allah keselamatan. Namun jika kalian harus menghadapi mereka, maka bersabarlah.” (HR Bukhari).
Pesan tersebut mengajarkan sikap bijaksana dalam menghadapi konflik. Perdamaian harus terus diupayakan, sementara peperangan hanya menjadi pilihan terakhir ketika tidak ada jalan lain.
Membangun Perdamaian Dimulai dari Diri Sendiri
Perdamaian dunia tidak hanya bergantung pada keputusan para pemimpin negara. Nilai tersebut juga harus dibangun dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap individu.
Menahan amarah, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang damai.
Al-Qur’an memberikan petunjuk yang jelas tentang pentingnya mendamaikan konflik:
“Jika ada dua kelompok orang beriman yang berperang, maka damaikanlah di antara keduanya.” (QS Al-Hujurat: 9).
Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjadi pembawa kedamaian di tengah masyarakat.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk menjaga persaudaraan, menjauhkan diri dari permusuhan, serta berperan dalam menebarkan kedamaian di mana pun kita berada.