Sinopsis Film Setannya Cuan Kisah Pesugihan yang Memicu Teror di Kampung
Film horor komedi Indonesia berjudul Setannya Cuan dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 5 Maret 2026. Karya kolaborasi sutradara Sahrul Gibran dan Jay Sukmo ini menggabungkan unsur komedi, horor, sekaligus kritik sosial tentang ambisi manusia mengejar kekayaan.
Film produksi Radepa Studio tersebut sebenarnya telah rampung sejak beberapa tahun lalu dengan judul awal Djoerig Salawe. Setelah lama tersimpan dalam proses produksi, film ini akhirnya dirilis dengan konsep baru yang dianggap lebih relevan dengan situasi masyarakat saat ini.
Persaingan Dua Jawara Desa
Cerita berpusat pada dua tokoh jawara desa bernama Adang dan Asep yang terlibat rivalitas sengit dalam pemilihan lurah di kampung fiktif Cicalengka.
Persaingan politik tingkat desa yang semula terlihat biasa justru berubah menjadi konflik yang memicu rangkaian peristiwa ganjil dan berbahaya.
Adang akhirnya memenangkan pemilihan tersebut. Namun kemenangan itu tidak membawa keberuntungan, karena ia justru mengalami kebangkrutan dan ditinggalkan oleh istrinya.
Sementara itu, Asep yang kalah justru mendadak hidup berkecukupan. Ia bahkan mampu membantu melunasi utang-utang Adang.
Sumber Kekayaan Misterius
Hubungan keduanya semakin rumit ketika mereka sama-sama tertarik pada seorang janda muda bernama Mince. Persaingan pribadi itu membuat ketegangan di antara dua jawara desa tersebut semakin memanas.
Belakangan terungkap bahwa kekayaan Asep berasal dari angka togel yang ia peroleh melalui bantuan seorang dukun bernama Rojan.
Bantuan gaib tersebut ternyata tidak datang tanpa syarat. Rojan menuntut Adang melakukan tindakan mengerikan, yakni membunuh Asep dan mengambil batu nisannya.
Peristiwa itu kemudian menjadi awal rangkaian teror yang mengguncang kampung. Setelah kejadian tersebut, Adang terus-menerus memenangkan togel secara tidak wajar.
Pesugihan Menyebar di Kampung
Kejadian tersebut memicu kehebohan di kalangan warga. Banyak orang tergoda mengikuti jalan pintas demi memperoleh kekayaan.
- Praktik pesugihan pocong mulai muncul.
- Sejumlah warga mencoba memelihara tuyul.
- Fenomena babi ngepet ikut merebak.
Kondisi itu membuat suasana desa berubah mencekam, sekaligus memunculkan berbagai kejadian aneh yang memadukan unsur horor dan komedi.
Update Terbaru
Siemens Indonesia Gandeng Telkomsel Percepat Digitalisasi Sektor Enterprise
Kamis / 18-06-2026, 18:13 WIB
Kawasaki Perkenalkan Tiga Model Baru di Jakarta Fair 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:13 WIB
KAI Perkuat Kereta PSO untuk Ekonomi Rakyat, KA Cikuray dan Kereta Petani-Pedagang Jadi Akses Produktif Masyarakat
Kamis / 18-06-2026, 18:13 WIB
Mentan Tegaskan Swasembada Beras, Tak Ada Izin Impor pada 2025
Kamis / 18-06-2026, 18:12 WIB
Pemerintah Tetapkan Libur Idul Adha 2026 Dua Hari Melalui SKB 3 Menteri
Kamis / 18-06-2026, 18:12 WIB
Suzuki Indonesia Tebar Teaser SUV Baru, Diduga XL7 Facelift
Kamis / 18-06-2026, 18:12 WIB
BRI Multiguna Bantu Orang Tua Hadapi Biaya Tahun Ajaran Baru
Kamis / 18-06-2026, 18:12 WIB
Polisi Selidiki Pasangan yang Diduga Berhubungan Intim di Bianglala Konser Guns N' Roses
Kamis / 18-06-2026, 18:12 WIB
Infiniti Land dan UI Jalin Kerja Sama Riset Perumahan Berkelanjutan
Kamis / 18-06-2026, 18:11 WIB
Komisi III DPR Minta Polisi Tetapkan Komisaris Hanania Travel sebagai Tersangka
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
Mentan: Indonesia Swasembada Pangan Sesuai Standar FAO
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
Sekuriti Mal di Tambora Curi Sembako Rp70 Juta untuk Judi Online
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
5 Efek Samping Diet Tanpa Olahraga yang Perlu Diwaspadai
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
BI Perpanjang Keringanan Kartu Kredit hingga Desember 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB






