close ads x

Viral Sahur on the Road di Jombang Diwarnai Sound Horeg dan Joget Seksi

Viral Sahur on the Road di Jombang Diwarnai Sound Horeg dan Joget Seksi

ilustrasi sound horeg--

Acara sahur on the road (SOTR) di Kabupaten Jombang menjadi sorotan warganet setelah beredar video iring-iringan sound horeg yang disertai jogetan seksi. Tayangan tersebut dinilai tidak pantas karena berlangsung pada momen Ramadan.

Dalam sejumlah unggahan di media sosial, terlihat ribuan peserta konvoi sepeda motor mengiringi belasan sound horeg. Rute pawai melintasi jalan kampung hingga area persawahan sejak dini hari hingga menjelang terang.

Penari Seksi Tuai Kritik



Salah satu video memperlihatkan seorang penari berpakaian ketat berjoget di depan sound bertuliskan Aprelia Production. Penari tersebut tampak menerima saweran dari penonton yang memadati lokasi.

Warganet pun mempertanyakan keberadaan penari di tengah kegiatan sahur Ramadan. Sejumlah komentar menilai aksi tersebut tidak mencerminkan suasana bulan puasa yang semestinya lebih santun.

Pemdes Tegaskan Bukan Penyelenggara

Sekretaris Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Hengki, membenarkan kegiatan itu berlangsung di jalan penghubung Desa Jatibanjar dan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, pada Minggu (22/2) pagi.


Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan agenda resmi pemerintah desa. Hengki juga menyebut penampilan joget seksi di bulan Ramadan tidak pantas ditampilkan.

Lebih dari 10 Sound Horeg Ikut Konvoi

Pemilik Aprelia Production, Aprelia, menjelaskan terdapat lebih dari 10 sound horeg yang ikut meramaikan SOTR tersebut, termasuk miliknya. Ia menyebut tidak ada pihak yang menyewa sound system itu, melainkan para pemilik sound berinisiatif berkumpul dan berkonvoi.

Rombongan Aprelia Production berangkat dari Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, dan tiba di Desa Jatibanjar sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka meninggalkan lokasi sekitar pukul 07.30 WIB setelah menunggu kemacetan terurai.

Klarifikasi Soal Penari

Aprelia mengakui adanya seorang penari di depan sound miliknya. Namun, ia menegaskan pihaknya tidak membawa atau menyewa penari tersebut.

Menurutnya, penari tersebut sudah berada di lokasi sebelum rombongan tiba dan bukan bagian dari kru sound system.

Peristiwa ini memicu perdebatan di media sosial mengenai batasan hiburan dalam kegiatan sahur on the road selama Ramadan.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya