Tumbukan juga berpotensi memicu gempa Bulan dengan kekuatan mendekati magnitudo lima. Gelombang seismik yang tercipta dapat memberikan informasi baru tentang struktur bagian dalam Bulan.

Kawah Baru dan Risiko Fragmen

Dampak asteroid diperkirakan membentuk kawah baru selebar sekitar 0,8 kilometer. Energi ledakan yang dilepaskan setara jutaan ton TNT dan mampu melontarkan material ke luar angkasa.

Sebagian pecahan batuan mungkin lolos dari gravitasi Bulan dan melintas di sekitar Bumi. Dalam skenario terburuk, fragmen tersebut dapat berjumlah hingga 100.000 ton metrik.

Walau sebagian besar tidak akan memasuki atmosfer Bumi, beberapa partikel kecil dapat terbakar sebagai meteor dalam dua hingga delapan hari setelah tumbukan. Dalam jangka panjang, aliran material ini bahkan bisa memicu hujan meteor dalam rentang puluhan tahun.

Persiapan Pengamatan Global

Asteroid 2024 YR4 pertama kali terdeteksi pada 27 Desember 2024. Badan Antariksa Eropa memperkirakan ukurannya sekitar 60 meter dan telah melakukan pelacakan awal.

Saat ini asteroid terlalu redup untuk diamati secara detail. Pengamatan berikutnya yang lebih jelas diperkirakan baru dapat dilakukan pada Juni 2028.

Menurut Richard Moissl dari Kantor Pertahanan Planet ESA, peristiwa tumbukan asteroid sebesar ini di Bulan tergolong sangat jarang. Karena itu, lembaga antariksa internasional mulai menyiapkan koordinasi pengamatan untuk memantau kemungkinan dampaknya.

Hingga peluang tumbukan diperbarui kembali melalui observasi lanjutan, para ilmuwan memanfaatkan waktu untuk menyempurnakan model simulasi serta sistem respons cepat terhadap peristiwa langit semacam ini.