“Yang paling berbahaya pada gangguan fungsi ginjal adalah kalau kekurangan cairan,” jelasnya.

Pasien dengan fungsi ginjal menurun disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Deteksi Dini Bisa Lewat Tes Urine Sederhana

Banyak orang mengira pemeriksaan ginjal membutuhkan tes mahal. Padahal, menurut Prof Endang, pemeriksaan urine lengkap sudah cukup untuk mendeteksi gangguan awal.

“Urine lengkap saja. Kalau urinenya bersih, negatif, itu biasanya normal. Itu saja paling mudah dan murah,” ujarnya.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi protein, darah, atau kelainan lain sebagai tanda awal gangguan ginjal. Jika ditemukan kelainan, pasien dapat segera menjalani evaluasi lanjutan.

Cegah dengan Gaya Hidup Sehat

Dokter menegaskan sebagian besar kasus gagal ginjal dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko utama. Menjaga kadar gula darah tetap stabil, membatasi konsumsi gula dan garam, serta rutin memantau tekanan darah menjadi langkah penting.

Selain itu, menjaga berat badan ideal, berolahraga, mengonsumsi makanan higienis dan matang, serta mencukupi kebutuhan cairan sesuai anjuran dokter turut membantu melindungi fungsi ginjal.

Para ahli mengingatkan, kerusakan ginjal berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala nyata. Kombinasi gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, termasuk tes urine sederhana, menjadi cara efektif mencegah lonjakan pasien cuci darah di masa mendatang.