Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 Berlangsung 271 Menit dan Hanya Terlihat di Antartika

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 Berlangsung 271 Menit dan Hanya Terlihat di Antartika

Bulan-wenzlerdesign-

Fenomena Gerhana Matahari Cincin dijadwalkan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa langka ini menghadirkan pemandangan Matahari yang tampak seperti lingkaran cahaya terang dengan bagian tengah gelap tertutup piringan Bulan.

Mengacu pada penjelasan resmi BMKG, gerhana matahari merupakan peristiwa ketika cahaya Matahari terhalang oleh Bulan sehingga tidak sepenuhnya mencapai Bumi. Kondisi tersebut terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus.



Pada jenis gerhana cincin, ukuran piringan Bulan yang terlihat dari Bumi lebih kecil dibandingkan piringan Matahari. Akibatnya, saat fase puncak, cahaya Matahari membentuk efek menyerupai cincin atau yang kerap disebut sebagai “cincin api”.

Durasi dan Fase Puncak Gerhana

Berdasarkan informasi yang dirilis National Geographic, keseluruhan rangkaian gerhana pada 17 Februari 2026 akan berlangsung selama 271 menit.

Pada saat puncaknya, sekitar 96 persen cakram Matahari diperkirakan tertutup Bulan. Fase cincin api tersebut diprediksi terjadi selama kurang lebih 2 menit 20 detik.

Wilayah yang Dapat Menyaksikan


Lintasan utama gerhana cincin kali ini hanya melewati kawasan Antartika dan perairan Samudra Selatan.

Wilayah Indonesia tidak termasuk dalam jalur pengamatan langsung, sehingga fenomena cincin api tidak dapat disaksikan dari Tanah Air.

Meski demikian, gerhana matahari sebagian masih bisa diamati di sejumlah wilayah berikut:

Baca juga: SEAblings itu Apa? Kini Jadi Simbol Solidaritas Netizen Asia Tenggara Lawan Dugaan Rasisme Knetz di X

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya