Jarak Aman Septic Tank dengan Sumur Air Bersih Minimal 10 Meter Sesuai SNI 2398:2017

Jarak Aman Septic Tank dengan Sumur Air Bersih Minimal 10 Meter Sesuai SNI 2398:2017

Ilustrasi- StartupStockPhotos/pixabay-

Menentukan posisi septic tank sering kali dianggap sepele saat membangun rumah. Padahal, penempatan yang tidak tepat dapat berdampak langsung pada kualitas air sumur yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi rumah yang mengandalkan sumur sebagai sumber air minum, menjaga jarak aman antara septic tank dan sumur menjadi hal mutlak. Tujuannya untuk mencegah pencemaran air tanah yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Berapa Jarak Aman Septic Tank dengan Sumur?



Mengacu pada SNI 2398:2017, jarak minimal antara septic tank dan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, untuk sumur resapan air hujan, jarak minimal yang disarankan adalah 5 meter.

Selain itu, septic tank juga harus berjarak setidaknya 1,5 meter dari bangunan rumah. Untuk komponen upflow filter pada septic tank, jarak minimal 1,5 meter dari sumur air bersih, bangunan, maupun sumur resapan juga wajib diperhatikan.

Ketentuan ini dibuat untuk mencegah kontaminasi bakteri, termasuk E. coli, yang dapat mencemari air tanah apabila septic tank diletakkan terlalu dekat dengan sumber air.

Aturan Sanitasi yang Harus Dipenuhi


Konstruksi septic tank juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Dalam aturan tersebut, septic tank harus memiliki tiga bagian utama.

  • Bagian atas sebagai akses pembuangan kotoran.
  • Bagian tengah yang kedap air agar limbah tidak merembes keluar.
  • Bagian bawah sebagai penampung limbah padat dan cair.

Struktur yang tidak kedap air berpotensi mempercepat perembesan limbah ke dalam tanah dan mencemari air sumur.

Faktor yang Memengaruhi Penentuan Jarak

Meski telah ada standar minimal, kondisi lapangan tetap perlu dipertimbangkan. Beberapa faktor berikut memengaruhi efektivitas jarak aman tersebut.

1. Jenis Tanah

Tanah berpasir memiliki daya serap tinggi sehingga memungkinkan limbah meresap lebih cepat. Pada kondisi ini, jarak septic tank sebaiknya dibuat lebih jauh dari standar minimal. Sementara tanah liat cenderung lebih lambat menyerap air.

2. Arah Aliran Air Tanah

Sumur sebaiknya tidak berada di posisi lebih rendah dari septic tank. Jika berada di bawah aliran air tanah, risiko kontaminasi menjadi lebih besar.

3. Curah Hujan

Wilayah dengan curah hujan tinggi berpotensi mengalami peningkatan rembesan limbah. Karena itu, sistem konstruksi dan kedalaman tangki harus dirancang dengan cermat.

4. Kualitas Konstruksi Septic Tank

Penggunaan material kedap air sangat penting untuk mencegah kebocoran. Tangki yang retak atau tidak rapat dapat mempercepat pencemaran.

Solusi Jika Lahan Terbatas

Pada lahan sempit, pemilik rumah disarankan melakukan uji perkolasi tanah sebelum menentukan lokasi septic tank. Konsultasi dengan tenaga ahli atau pihak berwenang setempat juga dianjurkan.

Pemanfaatan teknologi pengolahan limbah modern dengan sistem tangki kedap dapat menjadi alternatif untuk meminimalkan risiko pencemaran.

Risiko Jika Jarak Terlalu Dekat

Septic tank yang terlalu dekat dengan sumur dapat menyebabkan pencemaran air tanah. Dampaknya tidak hanya menurunkan kualitas air, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit akibat bakteri berbahaya.

Selain itu, kondisi tanah di sekitar bangunan dapat menjadi tidak stabil apabila sistem sanitasi tidak dirancang dengan benar.

Tips Perawatan Septic Tank

Agar tetap aman, septic tank perlu disedot secara berkala setiap 2–3 tahun. Pastikan juga tersedia ventilasi atau lubang udara untuk mengeluarkan gas metana yang terbentuk di dalam tangki.

Perawatan rutin dan penempatan sesuai standar menjadi kunci menjaga kualitas air sumur tetap bersih dan layak digunakan sepanjang tahun.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya