Bali United bersiap membuka pekan ke-20 BRI Super League 2025/26 dengan tantangan berat saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2) malam.

Laga ini menjadi pertemuan kedua kedua tim musim ini, sekaligus mempertemukan dua pelatih dengan karakter berbeda, Johnny Jansen dan Bernardo Tavares, dalam duel strategi yang dinanti.

Pada pertemuan pertama di Gelora Bung Tomo, Bali United harus mengakui keunggulan Persebaya dengan skor mencolok 2-5. Kekalahan itu terjadi saat Persebaya masih ditangani Eduardo Perez, sementara Jansen baru memulai kiprahnya di kompetisi Indonesia.

Johnny Jansen Soroti Kekuatan Persebaya

Johnny Jansen menilai perubahan di kursi pelatih Persebaya tidak mengubah karakter permainan tim asal Surabaya tersebut. Ia menegaskan Bajol Ijo tetap menjadi lawan yang berbahaya.

Menurut Jansen, Persebaya memiliki sejumlah aspek krusial yang patut diantisipasi, mulai dari kecepatan serangan balik hingga kemampuan mengelola transisi permainan.

Ia menyebut penguasaan bola dan kedalaman komposisi pemain menjadi keunggulan lain yang membuat Persebaya sulit ditebak sepanjang pertandingan.

Jansen juga mengakui kualitas Bernardo Tavares meski belum mengenalnya secara personal. Ia menilai pelatih asal Portugal itu memiliki rencana permainan yang jelas dan efektif.

Catatan tujuh laga tanpa kekalahan serta periode enam pertandingan tanpa kebobolan sebelumnya diharapkan bisa kembali menjadi fondasi Bali United dalam laga ini.

Kekalahan telak di putaran pertama disebut Jansen sebagai pengalaman penting yang harus dijadikan bahan pembelajaran bagi Serdadu Tridatu.

Absennya Pemain Kunci di Kedua Tim

Pertandingan ini dipastikan berlangsung dengan komposisi yang tidak sepenuhnya ideal. Persebaya kehilangan kapten tim Bruno Moreira serta Milos Raickovic akibat akumulasi kartu kuning.