China Kembangkan Senjata AI Otonom Super Canggih di Tengah Pelonggaran Tekanan AS

China Kembangkan Senjata AI Otonom Super Canggih di Tengah Pelonggaran Tekanan AS

ilustrasi ai--

Perkembangan teknologi militer berbasis kecerdasan buatan di China kembali menjadi sorotan global. Di saat Amerika Serikat mulai melonggarkan sebagian pembatasan ekspor chip AI, Beijing justru melangkah lebih agresif dalam pengembangan sistem persenjataan otonom.

Kekhawatiran Washington selama ini berpusat pada potensi pemanfaatan AI untuk memperkuat kekuatan militer China. Kekhawatiran tersebut menjadi dasar kebijakan pembatasan ekspor chip AI dan peralatan manufaktur semikonduktor canggih.



Baca juga: Komdigi Selidiki Data Pelamar Loker Terbuka di Google Usai Viral di Media Sosial

Namun belakangan, Amerika Serikat memberikan sinyal pelonggaran. Salah satunya dengan pemberian izin lisensi ekspor chip H200 buatan Nvidia ke China, yang merupakan salah satu prosesor AI tercanggih di pasar global.

Di tengah situasi tersebut, laporan terbaru mengungkap pengembangan senjata berbasis AI yang dinilai berpotensi mengubah wajah peperangan modern. China disebut tengah mengembangkan sistem drone militer yang mampu meniru perilaku hewan saat bertarung.


Riset ini dilakukan oleh para insinyur dari Universitas Beihang, institusi yang diketahui memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertahanan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan drone berperilaku seperti elang dan merpati dalam simulasi pertempuran.

Baca juga: Viral! Pesulap Merah Diduga Mengaku Menikah Lagi dengan Ratu Rizky Nabila Sejak 2022

Dalam konsep tersebut, drone defensif berperan seperti elang dengan membidik target paling lemah, sementara drone penyerang meniru merpati untuk menghindari serangan lawan.

Baca juga: Krisis Chip Memori Mulai Terasa di Indonesia 2026, Produsen China Tancap Gas Ekspansi

Hasil simulasi menunjukkan efektivitas tinggi. Dalam skenario lima lawan lima, drone dengan pola “elang” mampu melumpuhkan seluruh drone “merpati” hanya dalam hitungan detik.

Inovasi ini telah memperoleh paten sejak April 2024 dan masuk dalam agenda besar pengembangan kawanan drone otonom milik Tentara Pembebasan Rakyat.

Bagi militer China, AI dipandang sebagai fondasi utama pengoperasian sistem tanpa awak, mulai dari drone udara hingga robot darat, dengan keterlibatan manusia seminimal mungkin.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya