China Kembangkan Senjata AI Otonom Super Canggih di Tengah Pelonggaran Tekanan AS
ilustrasi ai--
Sejumlah pemikir militer China bahkan menyebut era AI sebagai revolusi peperangan baru. Operasi kawanan drone dinilai memiliki dampak strategis yang setara dengan penemuan bubuk mesiu di masa lalu.
Penggunaan drone sendiri telah terbukti signifikan dalam konflik modern. Keunggulan China terletak pada kapasitas industrinya yang mampu memproduksi lebih dari satu juta unit drone murah setiap tahun.
Jumlah tersebut jauh melampaui kemampuan produksi Amerika Serikat yang hanya puluhan ribu unit dengan biaya jauh lebih mahal.
Tidak hanya drone udara, China juga memamerkan robot darat bersenjata yang dirancang untuk beroperasi bersama kawanan drone. Sistem ini memperluas spektrum peperangan otonom lintas medan.
Sejumlah analis menilai AI juga dimanfaatkan untuk menutup kelemahan pelatihan dan minimnya pengalaman tempur sebagian komandan militer China, mengingat struktur komando yang sangat terpusat.
Dokumen pengadaan militer China juga menunjukkan riset lanjutan pada sistem perang kognitif, termasuk penggunaan deepfake, robot anjing, hingga teknologi suara terarah sebagai alat serangan.
Meski masih dalam tahap pengembangan, para ahli memperingatkan risiko besar apabila keputusan mematikan diambil tanpa kendali manusia, terutama dalam situasi peperangan elektronik yang kompleks.
Penelitian perilaku hewan lain seperti semut, domba, paus, hingga lalat buah juga dikaji untuk meningkatkan koordinasi kawanan drone secara ekstrem.
Data menunjukkan lonjakan signifikan paten terkait kecerdasan kawanan yang diajukan institusi militer China dalam beberapa tahun terakhir, jauh melampaui jumlah paten serupa yang diajukan Amerika Serikat.
Kombinasi AI dan rantai pasok drone yang masif dinilai dapat memungkinkan China membanjiri sistem pertahanan lawan dalam skenario konflik regional berintensitas tinggi.
Meski pejabat pertahanan China menegaskan kendali manusia tetap dipertahankan, para pengamat menilai senjata berbasis AI ini berpotensi menjadi faktor penentu kekuatan militer di masa depan.