Bagaimana Gaya Hidup Mewah Menyeret Mantan Ibu Negara Korea Selatan ke Penjara
Kim Keon Hee--
Rentetan Kontroversi
Sejak awal, Kim bukan sosok ibu negara yang konvensional. Ia memiliki latar belakang di industri seni dan mendirikan agensi pameran sebelum menikah dengan Yoon pada 2012, saat Yoon masih berprofesi sebagai jaksa.
Selama mendampingi kunjungan luar negeri presiden, Kim kerap tampil dengan busana mewah yang menuai pujian sekaligus kritik publik. Penampilannya dianggap berbeda dari tradisi ibu negara Korea Selatan yang biasanya menjaga profil rendah.
Saat Yoon mencalonkan diri sebagai presiden, sorotan terhadap Kim semakin tajam. Pada 2021, ia sempat meminta maaf karena melebih-lebihkan riwayat hidupnya dan berjanji akan membatasi peran publik jika suaminya terpilih.
Ia juga menghadapi tudingan plagiarisme akademik. Universitas Sookmyung Women’s University mencabut gelar magisternya, disusul pencabutan gelar doktor oleh Kookmin University setelah keputusan tersebut.
Selama bertahun-tahun, Kim juga dikaitkan dengan dugaan manipulasi saham perusahaan dealer BMW Korea antara 2010 hingga 2012. Situasi makin memicu kontroversi ketika Presiden Yoon memveto rancangan undang-undang yang mendorong penyelidikan khusus terhadap istrinya.
Puncak kemarahan publik muncul pada akhir 2023 setelah beredar video tersembunyi yang memperlihatkan seorang pendeta memberikan tas Christian Dior senilai sekitar 2.200 dolar AS kepada Kim. Rekaman tersebut diambil secara diam-diam menggunakan kamera tersembunyi di jam tangan.
Dalam rekaman itu, Kim terdengar meminta agar hadiah tidak terus diberikan, namun ia juga tidak secara tegas menolaknya. Undang-undang antikorupsi Korea Selatan melarang pejabat publik dan pasangan mereka menerima hadiah bernilai lebih dari 750 dolar AS terkait tugas publik.
Skandal tersebut membuat tingkat dukungan terhadap Presiden Yoon anjlok tajam. Kim hampir sepenuhnya menghilang dari ruang publik hingga krisis politik membesar akibat deklarasi darurat militer.
Parlemen kemudian membatalkan keputusan darurat militer tersebut. Yoon dimakzulkan, diberhentikan dari jabatannya, dan berbagai penyelidikan khusus pun digulirkan terhadap dirinya serta lingkaran terdekatnya.
Yoon telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas penolakannya terhadap upaya penahanan dan tindakannya menghalangi pembahasan kabinet. Sejumlah perkara lain masih menunggunya di pengadilan.
Meski mantan presiden Korea Selatan berakhir di penjara bukan hal baru, kasus ini mencatat sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, mantan presiden dan mantan ibu negara Korea Selatan sama-sama menjalani hukuman penjara pada waktu yang bersamaan.