Duduk Perkara Kasus Epstein dan Deretan Nama Besar dalam Berkas Rahasia

Duduk Perkara Kasus Epstein dan Deretan Nama Besar dalam Berkas Rahasia

Epstein files pdf--

Kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan global setelah otoritas Amerika Serikat merilis jutaan halaman dokumen yang mengungkap luasnya jaringan sosial sang pemodal. Berkas tersebut memuat nama-nama tokoh ternama dari kalangan politik, bisnis, hingga keluarga kerajaan.

Jeffrey Epstein selama bertahun-tahun dituduh mengeksploitasi gadis muda, termasuk anak di bawah umur. Ia disebut menggunakan rumah-rumah mewah serta pesawat pribadi yang dikenal dengan sebutan Lolita Express untuk memfasilitasi praktik perdagangan seks.

Kesaksian Korban dan Peran Lingkaran Terdekat



Salah satu korban yang paling vokal adalah Virginia Giuffre. Ia mengaku mengalami proses grooming dan pelecehan seksual sejak usia remaja. Dalam pengakuannya, Giuffre menyebut bertemu Ghislaine Maxwell ketika bekerja di resor Mar-a-Lago, Florida.

Maxwell, yang merupakan mantan pasangan sekaligus tangan kanan Epstein, disebut menawarkan pekerjaan kepada Giuffre sebagai terapis. Dari situ, Giuffre menduga dirinya diperdagangkan kepada Epstein dan sejumlah kliennya.

Dalam salah satu pernyataan publik, Giuffre menggambarkan dirinya diperlakukan layaknya komoditas. Kasus ini kemudian menyeret Maxwell ke pengadilan, hingga akhirnya ia divonis bersalah atas perannya dalam jaringan tersebut.

Kematian Epstein dan Kontroversi yang Mengikutinya


Epstein ditemukan meninggal dunia di sel tahanan pada 10 Agustus 2019, saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Hasil pemeriksaan resmi menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri.

Meski demikian, berbagai spekulasi terus beredar di ruang publik. Sebagian pihak meragukan kesimpulan resmi tersebut dan menilai kematian Epstein menyisakan banyak tanda tanya.

Gugatan terhadap Tokoh Dunia

Virginia Giuffre kemudian mengajukan gugatan perdata terhadap sejumlah tokoh berpengaruh. Salah satu yang paling menonjol adalah Pangeran Andrew dari Inggris.

Gugatan yang diajukan pada Agustus 2021 itu menuduh Pangeran Andrew melakukan pelecehan seksual ketika Giuffre masih berusia 17 tahun. Perkara tersebut berakhir dengan penyelesaian di luar pengadilan pada Februari 2022.

Dalam kesepakatan itu, Pangeran Andrew menyetujui pemberian dana dalam jumlah besar kepada badan amal milik Giuffre tanpa mengakui kesalahan secara hukum. Setelah kasus tersebut, ia kehilangan sejumlah gelar dan peran resmi dalam keluarga kerajaan Inggris.

Rilis Jutaan Dokumen dan Nama-Nama Ternama

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait Epstein. Berkas itu mencakup ribuan video dan ratusan ribu gambar yang menggambarkan luasnya jejaring pergaulan Epstein.

Sejumlah nama publik muncul dalam dokumen tersebut, mulai dari mantan Presiden AS Donald Trump, mantan Presiden Bill Clinton, hingga tokoh bisnis seperti Elon Musk dan Bill Gates.

Dalam dokumen, Musk disebut pernah menanyakan soal sebuah pesta, namun ia membantah pernah menghadiri acara yang diselenggarakan Epstein. Bill Clinton dan mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers juga tercatat memiliki kedekatan, meski keduanya menyatakan tidak terlibat pelanggaran dan menyesalkan hubungan tersebut.

Nama Bill Gates turut muncul dalam dokumen. Namun, pihak Gates secara tegas membantah tuduhan yang beredar dan menyebut klaim tersebut tidak benar.

Posisi Donald Trump dalam Dokumen Epstein

Nama Donald Trump tercantum dalam ratusan dokumen, sebagian besar berupa kliping pemberitaan lama. Salah satu berkas memuat email internal penyelidik federal terkait tuduhan yang menyeret Trump.

Namun, dokumen tersebut tidak menyebut adanya pelanggaran yang terbukti. Sejumlah klaim bahkan dinilai tidak kredibel. Trump sendiri menegaskan tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein.

Kementerian Kehakiman AS menyatakan bahwa sebagian besar dokumen berisi klaim sensasional yang tidak dapat diverifikasi. Rilis ini disebut sebagai tahap akhir publikasi berkas Epstein oleh pemerintahan Trump.

Nama Putri Mahkota Norwegia Ikut Terseret

Skandal Epstein juga menyeret Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit. Namanya muncul lebih dari seribu kali dalam dokumen yang dipublikasikan, tepat menjelang sidang kasus hukum yang menjerat putranya di Oslo.

Berkas Departemen Kehakiman AS mengungkap korespondensi pribadi antara Mette-Marit dan Epstein dalam rentang 2011 hingga 2014. Sejumlah email menunjukkan komunikasi bernada personal dan kehadiran Mette-Marit di kediaman Epstein di Florida pada 2013.

Padahal, pada periode tersebut Epstein telah mengaku bersalah dalam kasus meminta jasa prostitusi anak di bawah umur. Pada akhir Januari, Mette-Marit menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menyebut hubungannya dengan Epstein sebagai kesalahan besar.

Penutup

Rilis dokumen Epstein kembali membuka bab kelam tentang relasi kekuasaan, uang, dan kejahatan seksual. Meski banyak nama besar disebut, tidak semua tuduhan berujung pada pembuktian hukum.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas tetap krusial, terutama ketika kejahatan melibatkan figur berpengaruh di panggung global.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya